Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melanjutkan rangkaian hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Di hadapan 4.612 mahasiswa baru, Co-Founder sekaligus COO HMNS Perfume Amron Naibaho dan Founder serta CEO Scarf Media Temi Sumarlin membagikan pengalaman dan wawasan mengenai kemandirian, keberanian menciptakan peluang, kepemimpinan, serta pentingnya membangun jejaring.
Keduanya membawakan pembekalan bertema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Bela Negara di Era Digital dan Modernisasi” yang memperluas pemaknaan Bela Negara agar semakin relevan dengan tantangan dan peluang yang dihadapi generasi muda saat ini.
Sesi tersebut dimoderatori oleh Kepala UPA Bahasa UPNVJ, Ayunita Ajengtiyas Saputri Mashuri, S.M., S.E., M.Accy., M.Com.
Amron: Jangan Hanya Jadi Konsumen
Amron Naibaho membuka perspektif mahasiswa mengenai pentingnya membangun kemandirian dan keberanian menciptakan peluang. Berangkat dari Samosir, Sumatera Utara, hingga terjun ke dunia bisnis parfum lokal, perjalanan Amron menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan tidak harus menjadi batas dalam menentukan arah masa depan.
Latar belakang pendidikan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dimilikinya tidak menghalangi Amron untuk memasuki dunia bisnis yang berbeda dari disiplin akademiknya.
Di hadapan mahasiswa baru UPNVJ, Amron menekankan bahwa generasi muda Indonesia perlu bergerak melampaui posisi sebagai konsumen. Besarnya potensi Indonesia harus dapat dibaca sebagai peluang untuk menciptakan produk, usaha, dan inovasi yang memiliki nilai tambah.
“Indonesia jangan hanya menjadi pembeli, tetapi harus menjadi produsen besar,” kata Amron.
Menurutnya, menjadi produsen dan menciptakan sesuatu yang bernilai merupakan salah satu bentuk aktualisasi Bela Negara dalam konteks modern. Kontribusi kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan slogan, tetapi juga melalui karya, inovasi, bisnis, penciptaan lapangan kerja, serta upaya membawa produk Indonesia memiliki daya saing lebih luas.
Pengalaman Amron juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi fondasi berpikir yang membantu seseorang beradaptasi ketika memasuki bidang baru. Keberanian membaca peluang, memahami kebutuhan pasar, dan terus belajar menjadi modal penting untuk menciptakan jalan baru.
Temi: Kuliah Adalah Momentum Membangun Pengalaman
Perspektif mengenai pentingnya memanfaatkan masa kuliah kemudian diperkuat oleh Temi Sumarlin. Sebagai Founder dan CEO Scarf Media, Temi berbagi pandangan mengenai pentingnya pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mencoba dalam membangun masa depan.
Temi mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang keberhasilan sebagai sebuah titik akhir. Menurutnya, keberhasilan merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui pengalaman, keberanian mencoba, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.
“Sukses itu bukan akhir, tetapi proses. Momentum kuliah ini tidak akan terulang dua kali, jadi perbanyak pengalaman,” ujar Temi.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal. Proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui organisasi, kegiatan pengembangan diri, interaksi sosial, serta kesempatan membangun relasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Temi juga menekankan pentingnya jejaring sebagai salah satu modal mahasiswa ketika memasuki dunia profesional maupun membangun usaha. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang belajar kepemimpinan karena mahasiswa berlatih mengelola tanggung jawab, menyampaikan gagasan, menghadapi perbedaan, sekaligus memahami perspektif orang lain.
“Organisasi melatih kepemimpinan dan melatih kemampuan untuk mendengar,” tuturnya.
Mahasiswa Antusias Berdiskusi
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi. Salah satu peserta PKKMB, Timoty, mempertanyakan keputusan Amron yang memiliki latar belakang pendidikan teknik tetapi memilih menekuni bisnis parfum. Ia juga meminta pandangan mengenai strategi memilih mitra bisnis agar kerja sama dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Amron menjelaskan bahwa keputusannya memasuki industri parfum berangkat dari kemampuan membaca peluang dan potensi pasar.
Menurut Amron, membangun bisnis tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun hubungan kerja yang sehat dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Dalam menentukan rekan bisnis, ia menekankan pentingnya memahami karakter dan ego setiap individu. Mitra bisnis tidak harus memiliki kemampuan yang sama. Perbedaan kompetensi justru dapat menjadi kekuatan apabila setiap pihak mampu saling melengkapi dan memahami perannya.
Kemitraan yang berkelanjutan juga membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas. Setiap individu perlu memahami kemampuan, fungsi, dan kontribusinya sehingga kerja sama dapat dibangun berdasarkan kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.
Memaknai Bela Negara di Era Digital
Diskusi Amron dan Temi pada hari kedua PKKMB UPNVJ 2026 memperluas pemahaman mahasiswa mengenai makna Bela Negara di tengah digitalisasi dan modernisasi.
Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu adaptif terhadap perubahan, produktif, mampu bekerja sama, berani mengambil peluang, memiliki kemampuan memimpin, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut selaras dengan tema PKKMB UPNVJ 2026, “Muda Berkarakter Bela Negara, Berdampak Nyata untuk Bangsa.” Sejak hari pertama, Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. menegaskan bahwa nilai Bela Negara perlu diterjemahkan secara kontekstual melalui integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, semangat belajar, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai Kampus Bela Negara, UPNVJ tidak hanya mengarahkan pembentukan mahasiswa pada capaian akademik. Penguatan kepemimpinan, kewirausahaan, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi terhadap transformasi digital menjadi bagian dari upaya menyiapkan mahasiswa agar mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
Melalui PKKMB 2026, UPNVJ berharap semangat dan antusiasme mahasiswa baru menjadi fondasi untuk menjalani keseluruhan proses pendidikan. Masa kuliah diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman dan jejaring, sekaligus memperkuat identitas Bela Negara.
Dengan demikian, ilmu, pengalaman, jejaring, dan kemampuan yang diperoleh selama berada di kampus dapat diterjemahkan menjadi karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Indonesia.
