Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D. membekali 4.612 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengenai pentingnya memiliki wawasan global tanpa meninggalkan karakter dan jati diri bangsa Indonesia dalam rangkaian hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ 2026.

Bertempat di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026), Yassierli menyampaikan materi bertajuk “Global Citizen: Berpikir Mendunia, Berkarakter Indonesia.” Kehadiran Menaker menjadi bagian dari pembekalan UPNVJ dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan zaman sekaligus memperkuat karakter Bela Negara.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Yassierli menekankan bahwa generasi muda perlu mempersiapkan diri menjadi individu yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki karakter kuat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Konsep global citizen yang disampaikan Yassierli mendorong mahasiswa untuk memperluas cara pandang, memahami dinamika lingkungan global, serta membangun kapasitas yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan. Namun, wawasan global tersebut perlu berjalan beriringan dengan integritas, nilai kebangsaan, tanggung jawab, dan kesadaran untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Kompetensi Menjadi Modal Menghadapi Dunia Kerja

Pesan tersebut semakin relevan bagi mahasiswa baru yang akan memasuki lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang terus berubah. Perkembangan teknologi, transformasi industri, serta perubahan kebutuhan kompetensi membuat generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.

Sebagai Menteri Ketenagakerjaan sekaligus akademisi, Yassierli memiliki perhatian terhadap pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Peningkatan kompetensi, produktivitas, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan dunia kerja.

Latar belakang akademiknya turut memperkuat perspektif yang disampaikan kepada mahasiswa. Yassierli merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang ergonomi, rekayasa kerja, dan keselamatan kerja. Ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral di Virginia Polytechnic Institute and State University, Amerika Serikat.

Kehadiran Menaker dalam PKKMB UPNVJ memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa masa perkuliahan perlu dimanfaatkan untuk membangun kualitas diri secara menyeluruh. Mahasiswa didorong untuk mulai mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta membiasakan diri berpikir kritis terhadap perubahan yang terjadi di tingkat nasional maupun global.

Berwawasan Global, Tetap Berjati Diri Indonesia

Semangat tersebut selaras dengan tema PKKMB UPNVJ 2026, “Muda Berkarakter Bela Negara, Berdampak Nyata untuk Bangsa.” UPNVJ merancang PKKMB tidak hanya sebagai ruang pengenalan kehidupan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai pembekalan awal agar mahasiswa mampu beradaptasi, memahami nilai kebangsaan, serta mengembangkan karakter dan kompetensi dalam menghadapi perubahan zaman.

Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. menegaskan bahwa PKKMB menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan akademik sekaligus nilai-nilai yang dikembangkan UPNVJ.

Menurut Venus, nilai Bela Negara perlu diwujudkan secara kontekstual melalui integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, semangat belajar, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman awal yang positif dan memiliki kesiapan untuk tumbuh, belajar, serta berkontribusi sesuai bidang masing-masing,” ujar Venus.

Melalui pembekalan dari Menaker Yassierli, UPNVJ berharap mahasiswa baru semakin memahami bahwa menjadi generasi yang berdaya saing global tidak berarti harus meninggalkan identitas nasional.

Sebaliknya, wawasan mendunia, kompetensi yang kuat, integritas, dan karakter Indonesia menjadi modal penting bagi mahasiswa UPNVJ untuk tumbuh sebagai generasi Bela Negara yang adaptif, kompetitif, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.