Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyiapkan sekitar 400 kilogram bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan sebanyak 15 dus tersebut terdiri atas alat kesehatan, perlengkapan kebersihan, pangan, dan pakaian yang direncanakan diberangkatkan pada Senin (24/8/2026) melalui Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penyaluran bantuan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait untuk memastikan logistik dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Koordinator Lapangan UPNVJ Peduli Bencana NTT, M. Ikhsan Amar, M.Kes., mengatakan pihaknya tengah mengoordinasikan sejumlah opsi pengiriman bantuan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengiriman melalui TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat Hercules dari Halim Perdanakusuma.
“Rencana diberangkatkan hari Senin melalui Halim. UPN Veteran Jakarta berkoordinasi dengan BNPB. Ada beberapa opsi untuk pengiriman barang ini, salah satunya melalui Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules,” ujar Ikhsan.
Selain pengiriman logistik, UPNVJ juga mempertimbangkan penerjunan personel untuk mengawal bantuan hingga ke wilayah terdampak. Skema tersebut sebelumnya pernah diterapkan UPNVJ dalam misi kemanusiaan ke Aceh.
Prioritaskan Alat Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
Pada tahap awal, alat kesehatan menjadi salah satu prioritas bantuan yang disiapkan UPNVJ. Beberapa di antaranya berupa masker dan alat pengukur tekanan darah atau tensimeter yang dapat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.
“Fokus utama kami alat kesehatan, termasuk masker dan alat tensi yang dibutuhkan. NTT saat ini membutuhkan dukungan alat-alat kesehatan,” kata Ikhsan.
Selain bantuan medis, UPNVJ menyiapkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, khususnya perlengkapan kebersihan dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut meliputi sabun mandi, sampo, sikat gigi, pasta gigi, serta perlengkapan mandi, cuci, dan kakus (MCK) lainnya.
Bantuan pangan berupa biskuit juga disiapkan, bersama pakaian serta pakaian dalam baru untuk perempuan dan laki-laki. Seluruh bantuan tersebut dikemas dalam 15 dus dengan estimasi berat keseluruhan mencapai sekitar 400 kilogram.
“Kalau dihitung total ada 15 dus. Berat keseluruhannya kurang lebih 400 kilogram, mulai dari alat medis dan kebutuhan lainnya,” ujar Ikhsan.
Pemilihan jenis bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat dalam masa tanggap darurat, terutama untuk mendukung kesehatan, kebersihan diri, pangan praktis, dan kebutuhan sandang.
UPNVJ Pertimbangkan Penerjunan Tim
Pengiriman logistik menjadi tahap awal dari respons kemanusiaan UPNVJ terhadap bencana di NTT. Pada tahap berikutnya, universitas juga mempertimbangkan untuk mengirimkan tim yang dapat terjun langsung membantu masyarakat di lokasi terdampak.
“Tahap berikutnya kemungkinan kami akan mengirimkan tim yang langsung terjun ke lokasi bencana untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Nusa Tenggara Timur,” kata Ikhsan.
Rencana penerjunan tim akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan, kebutuhan masyarakat, akses menuju wilayah terdampak, serta hasil koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat.
Aksi kemanusiaan UPNVJ ini menjadi salah satu bentuk implementasi nilai Bela Negara yang menjadi identitas universitas. Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana diwujudkan melalui solidaritas, pengabdian, serta pemanfaatan sumber daya perguruan tinggi untuk mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan.
Melalui UPNVJ Peduli Bencana NTT, universitas menegaskan bahwa semangat Bela Negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
