Jakarta – Fadhil Muhammad Indiyarto, lulusan Program Studi Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), berhasil meraih penghargaan Karya Mahardika pada Wisuda ke-76 UPNVJ yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (18/5/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan nonakademik yang berhasil diraih selama masa studinya.

Fadhil memperoleh skor prestasi sebesar 106,125, yang berasal dari akumulasi publikasi jurnal ilmiah serta berbagai prestasi pencak silat pada tingkat nasional dan internasional. Capaian tersebut menjadikannya sebagai salah satu lulusan berprestasi yang mampu menunjukkan keseimbangan antara pengembangan akademik, minat, kedisiplinan, dan karakter Bela Negara yang menjadi identitas UPNVJ.

Di balik penghargaan yang diterimanya, Fadhil mengaku perjalanan yang dijalani selama menjadi mahasiswa tidak selalu mudah. Ia harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan, penelitian hukum, latihan rutin, hingga mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat.

“Hal pertama yang saya rasakan adalah terharu dan bangga. Apa yang saya lakukan selama ini, baik latihan, kejuaraan, maupun riset hukum, semua rasa lelah terasa terbayarkan ketika mendapatkan pengumuman tersebut,” ujar Fadhil.

Selama menempuh pendidikan di Program Studi Hukum, Fadhil aktif melakukan penelitian dan menulis jurnal ilmiah. Baginya, publikasi ilmiah bukan hanya sekadar tuntutan akademik, tetapi juga sarana untuk memperluas wawasan, memperdalam analisis hukum, serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui proses penelitian yang sistematis.

Di luar aktivitas akademik, pencak silat menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa. Olahraga bela diri tersebut tidak hanya menjadi arena untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana menjaga keseimbangan mental di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

“Pencak silat saya jalani sebagai hobi dan stress release setelah penat kuliah dan menulis jurnal,” katanya.

Menurut Fadhil, terdapat keterkaitan nilai yang kuat antara dunia hukum dan pencak silat. Keduanya sama-sama mengajarkan pentingnya disiplin, pengendalian diri, penghormatan terhadap aturan, serta penyelesaian konflik secara bijaksana dan bermartabat.

Ia menilai bahwa pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk karakter yang sejalan dengan prinsip-prinsip hukum yang mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan berkeadilan.

Salah satu pengalaman paling berkesan selama menjadi atlet terjadi ketika dirinya mengikuti kejuaraan di Yogyakarta. Pada kompetisi tersebut, untuk pertama kalinya ia mengikuti dua kategori sekaligus, yaitu kategori seni dan kategori tanding.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru bahwa pencak silat tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan ketenangan, keindahan gerakan, konsentrasi, serta penghayatan yang mendalam terhadap setiap unsur seni bela diri.

Kejuaraan tersebut juga menjadi momen yang sangat emosional karena menjadi kesempatan terakhir bagi Fadhil untuk mewakili UPNVJ sebagai atlet pencak silat sebelum menyelesaikan studinya.

“Jujur ada rasa bangga dan sedih. Bangga karena saya tumbuh, berproses, dan berprestasi sebagai atlet UPN Veteran Jakarta sejak awal masuk kuliah. Sedih karena pada akhirnya semua pertemuan pasti akan berjumpa dengan perpisahan,” ungkapnya.

Dalam menjalani berbagai aktivitas akademik dan nonakademik secara bersamaan, Fadhil mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah mengelola waktu secara efektif. Untuk mengatasinya, ia selalu berusaha menempatkan tanggung jawab akademik sebagai prioritas utama sebelum mengikuti latihan maupun kompetisi.

Menurutnya, disiplin dalam menyusun prioritas menjadi kunci agar seluruh tanggung jawab dapat dijalankan secara seimbang tanpa mengorbankan salah satu aspek.

Melalui capaian yang diraihnya, Fadhil berpesan kepada mahasiswa UPNVJ agar tidak takut mencoba hal-hal baru, berani menghadapi tantangan, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Jangan takut dengan kegagalan. Gagal itu wajar. Jadikan kegagalan sebelumnya sebagai pijakan untuk keberhasilan di masa depan,” pesannya.

Prestasi yang diraih Fadhil menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan mahasiswa UPNVJ dalam mengembangkan potensi secara utuh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Keberhasilannya menunjukkan bahwa dedikasi, kerja keras, dan konsistensi dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

Di bawah kepemimpinan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., universitas terus memperkuat ekosistem pendidikan yang mendorong mahasiswa berkembang secara menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, UPNVJ juga menekankan pembentukan karakter, daya juang, kreativitas, kepemimpinan, dan semangat Bela Negara sebagai bekal menghadapi dunia profesional.

Melalui penghargaan Karya Mahardika yang diraih Fadhil Muhammad Indiyarto, UPNVJ kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang unggul, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.