Jakarta – Kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi saat ini. Pesan tersebut disampaikan Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., dalam sambutannya pada Wisuda Diploma, Sarjana, Magister, dan Profesi ke-76 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Heri mengingatkan para wisudawan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Perubahan tersebut telah memengaruhi berbagai sektor industri dan menciptakan tantangan baru bagi generasi muda yang akan memasuki dunia profesional.
“AI sudah mengubah wajah industri, persaingan global juga sudah sangat ketat,” ujar Heri.
Menurutnya, banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan dalam waktu singkat sebagai dampak dari transformasi teknologi. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan ilmu akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terus terjadi.
Berdasarkan hasil survei Kemendiktisaintek terhadap para CEO dan pimpinan perusahaan, kemampuan adaptasi menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini.
“Satu hal yang utama yang paling penting yang perlu diajarkan atau dibentuk dari para mahasiswa kita terkait dengan lulusan nanti adalah kemampuan beradaptasi. Itu menempati posisi pertama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kompetensi akademik dan keahlian teknis tetap memiliki peran penting. Namun, kemampuan untuk menjadi pribadi yang tangkas (agile), fleksibel, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi baru menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun karier.
“Keilmuan, keahlian, kompetensi keilmuan iya dibutuhkan, tapi kemampuan untuk beradaptasi menjadi agile terhadap kondisi-kondisi baru itu menjadi sangat penting,” lanjutnya.
Selain kemampuan beradaptasi, Prof. Heri juga menekankan pentingnya karakter dan integritas sebagai fondasi utama bagi lulusan UPNVJ yang dikenal dengan nilai-nilai Bela Negara. Menurutnya, kemampuan beradaptasi yang tidak disertai nilai dan prinsip yang kuat akan membuat seseorang mudah kehilangan arah dalam menghadapi berbagai perubahan.
“Adaptif tanpa akar nilai pastinya akan mudah terombang-ambing,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semangat Bela Negara yang menjadi identitas UPNVJ tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengabdian dalam konteks pertahanan, tetapi juga sebagai komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa melalui profesi, kreativitas, integritas, dan kepedulian sosial.
“Bela negara adalah komitmen untuk memberikan yang terbaik dari diri kita kepada bangsa ini lewat apa pun itu,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Prof. Heri juga menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan transformasi pendidikan tinggi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satu fokus utama yang didorong Kemendiktisaintek adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja baru.
“Kami mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja,” ucapnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa arah kebijakan penelitian dan pengembangan saat ini juga semakin berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pendanaan riset dari pemerintah diarahkan untuk mendukung penelitian yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan publik.
“Semua riset yang diajukan oleh dosen yang ingin didanai harus berbasis problem statement, harus bisa menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat,” kata Heri.
Menjelang akhir sambutannya, Prof. Heri menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan UPNVJ. Pertama, ia mengajak lulusan untuk terus belajar sepanjang hayat dan tidak berhenti mengembangkan diri meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
“Di era dunia yang sedang berubah, mereka yang tidak mau belajar pasti akan tertinggal,” ujarnya.
Kedua, ia menekankan pentingnya menjadi pemimpin yang berintegritas. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen moral yang kuat.
“Indonesia ini tidak kurang orang pinter. Tapi yang lebih dibutuhkan adalah orang pinter yang juga sekaligus berintegritas,” katanya.
Ketiga, Prof. Heri mengingatkan para wisudawan untuk terus membawa nilai-nilai sosial dan semangat Bela Negara yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di UPNVJ. Ia berharap keberhasilan yang diraih para lulusan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kesuksesan pribadi yang paling bermakna adalah kesuksesan yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar,” pungkasnya.
Melalui pesan tersebut, Kemendiktisaintek berharap lulusan UPNVJ mampu menjadi generasi yang adaptif, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan. Dengan perpaduan kompetensi, karakter, dan semangat Bela Negara, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan bangsa dan kemajuan Indonesia di masa depan.
