Jakarta – Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) ketika Miska Anayya, lulusan Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyampaikan pidato sebagai perwakilan wisudawan. Dalam kesempatan tersebut, Miska membagikan kisah perjuangannya selama menempuh pendidikan hingga berhasil meraih gelar sarjana.

Wisuda ke-76 UPNVJ yang diselenggarakan pada Senin (18/5/2026) di Jakarta International Convention Center (JICC) mengukuhkan sebanyak 1.816 lulusan dengan tema “Menjadi Lulusan Kompeten, Adaptif, dan Berkarakter Bela Negara.” Di hadapan pimpinan universitas, dosen, orang tua, tamu undangan, dan ribuan wisudawan, Miska menyampaikan refleksi perjalanan akademik yang penuh tantangan sekaligus inspirasi.

Mengawali pidatonya, Miska menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati angkatan ke-76. Baginya, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan simbol dari perjuangan panjang yang berhasil dilalui bersama.

“Hari ini toga yang kita kenakan bukan lagi sekadar simbol kelulusan akademik, melainkan sebuah bukti nyata dari untaian proses panjang yang berhasil kita lewati bersama,” ujarnya.

Miska menuturkan bahwa kehidupan kampus telah mengajarkannya lebih dari sekadar teori dan penyelesaian tugas kuliah. Selama menjalani pendidikan di UPNVJ, ia belajar mengenai tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, kemampuan menghadapi tantangan, serta proses pembentukan karakter yang akan menjadi bekal dalam kehidupan setelah lulus.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi pada awal masa perkuliahan. Berasal dari latar belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Miska mengaku sempat merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya ketika mengikuti perkuliahan Statistika pada hari pertama kuliah.

“Saya saat itu hanya bisa duduk terdiam, berjuang keras untuk paham, sembari memendam rasa kecil hati yang mendalam. Begitu kelas usai, saya langsung pergi ke toilet dan menangis di sana,” kenangnya.

Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, rasa minder dan ketertinggalan yang ia rasakan justru menjadi motivasi untuk belajar lebih giat, memperbaiki kemampuan diri, dan membuktikan bahwa setiap mahasiswa memiliki proses pertumbuhan yang berbeda.

Selain menghadapi tantangan akademik, Miska juga harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri selama menempuh pendidikan tinggi. Meski demikian, ia meyakini bahwa setiap kesulitan memiliki makna yang mampu membentuk ketangguhan dan daya juang seseorang.

Bagi Miska, tekanan hidup bukanlah alasan untuk berhenti melangkah, melainkan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai situasi.

Momen paling emosional dalam pidatonya terjadi ketika ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya. Dengan suara bergetar, Miska mengenang pengorbanan sang ayah yang setia mengantar dan menjemputnya sejak masa taman kanak-kanak hingga hari wisuda, serta sosok ibunya yang membesarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Ungkapan tersebut membuat suasana ruang wisuda menjadi penuh haru dan mendapatkan perhatian seluruh hadirin yang hadir.

Tidak hanya kepada keluarga, Miska juga menyampaikan apresiasi kepada sahabat, teman seperjuangan, rekan organisasi, para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika UPNVJ yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak pernah dicapai seorang diri. Di balik setiap pencapaian terdapat dukungan, doa, dan kontribusi banyak pihak yang hadir dalam berbagai bentuk sepanjang perjalanan pendidikan.

Menjelang akhir pidatonya, Miska mengajak seluruh lulusan untuk tetap rendah hati dalam meraih keberhasilan dan tidak melupakan tanggung jawab yang menyertai gelar akademik yang telah diperoleh.

“Semoga gelar akademik yang kita sandang hari ini tidak sekadar menjadi kebanggaan semata, melainkan menjadi gerbang awal dari tanggung jawab moral yang jauh lebih besar,” tuturnya.

Pidato yang disampaikan Miska mendapat tepuk tangan panjang dari para hadirin dan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Wisuda ke-76 UPNVJ. Kisahnya menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang keberanian menghadapi keterbatasan, kemampuan untuk bangkit dari kesulitan, dan tekad untuk terus bertumbuh.

Semangat yang disampaikan Miska sejalan dengan pesan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., yang mengajak para lulusan menjadi insan pembelajar yang kompeten, adaptif, berkarakter Bela Negara, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui kisah perjuangan Miska Anayya, UPNVJ kembali menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari gelar yang diraih, tetapi juga dari karakter, ketangguhan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh selama proses pendidikan. Kisah tersebut menjadi inspirasi bahwa setiap tantangan dapat diubah menjadi kekuatan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.