Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM UPNVJ) memperluas hilirisasi Kopi Aroma Cijantur hingga ke Thailand melalui program Gelora Dwi Bangsa. Program tersebut membawa inovasi kopi hasil pendampingan masyarakat Kampung Cijantur, Kabupaten Bogor, untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan ekosistem kopi di Nakhon Si Thammarat serta komunitas akademik di Walailak University, Thailand, Kamis (31/7/2026).

Program Gelora Dwi Bangsa menjadi bagian dari upaya mahasiswa UPNVJ menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk lokal, inovasi, dan diplomasi kemahasiswaan lintas negara. Melalui program ini, Kopi Aroma Cijantur tidak hanya dikembangkan sebagai produk ekonomi masyarakat, tetapi juga diperkenalkan dalam jejaring internasional.

Kopi Aroma Cijantur merupakan produk yang berkembang melalui program pendampingan masyarakat Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pendampingan tersebut mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah kopi melalui pengolahan biji, pengemasan produk, hingga penguatan strategi pemasaran digital.

Melalui Gelora Dwi Bangsa, BEM UPNVJ membawa pengembangan Kopi Aroma Cijantur ke Thailand dalam bentuk drip bag coffee dan inovasi infused drip bag coffee. Produk tersebut dikembangkan untuk memperluas segmen konsumen, khususnya generasi muda, sekaligus melihat peluang produk kopi lokal Indonesia memasuki ekosistem pasar yang lebih luas.

Wakil Ketua BEM UPNVJ, Jodhy Farrel Budiman, mengatakan program tersebut berangkat dari pandangan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami di BEM UPNVJ meyakini peran penting organisasi sebagai laboratorium mahasiswa, yang mana output utamanya ditujukan secara langsung pada pengembangan masyarakat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tidak ada batasan—baik dalam konteks inovasi maupun batas wilayah—bagi kami untuk terus bebas bergerak dan memberikan dampak yang nyata,” ujar Jodhy.

Selain membawa produk lokal ke Thailand, Gelora Dwi Bangsa juga menjadi sarana diplomasi mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan dengan organisasi mahasiswa di Walailak University. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UPNVJ dan Walailak University berdiskusi mengenai karakter gerakan organisasi kemahasiswaan di Indonesia dan Thailand serta peluang membangun program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

BEM UPNVJ turut mempresentasikan perjalanan pemberdayaan Kampung Cijantur, mulai dari pendampingan masyarakat, pengembangan produk, proses hilirisasi, hingga upaya memperluas akses pasar. Peta jalan tersebut menjadi bahan pertukaran gagasan mengenai peran mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan penyelesaian persoalan masyarakat.

Kegiatan juga diisi dengan pengenalan dan pembagian sampel produk inovasi Aroma Cijantur serta penyerahan plakat apresiasi dari organisasi mahasiswa Walailak University. Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi lanjutan antara kedua organisasi dalam bidang kegiatan kemahasiswaan, pemberdayaan masyarakat, dan pertukaran pengetahuan.

Kolaborasi tersebut turut memperkuat hubungan UPNVJ dengan Walailak University yang telah berkembang melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Kerja sama kedua perguruan tinggi sebelumnya mencakup summer course, guest lecture, serta joint international community service.

Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. sebelumnya menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional merupakan bagian dari upaya UPNVJ mendukung visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

Melalui Gelora Dwi Bangsa, BEM UPNVJ menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat mengambil peran lebih luas dalam pemberdayaan masyarakat. Hilirisasi Kopi Aroma Cijantur dari Kabupaten Bogor hingga Thailand menjadi contoh bagaimana inovasi mahasiswa, potensi ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan jejaring internasional dapat dipadukan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus memperkuat semangat UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara, bahwa kontribusi mahasiswa kepada bangsa dapat diwujudkan melalui karya, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta keberanian membawa potensi lokal Indonesia ke tingkat global.