Jakarta – Perjalanan Indria Putri Maharani menuju hari wisuda tidaklah mudah. Mahasiswi Program Studi S-1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), harus melewati berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi, tekanan mental, hingga dinamika akademik sebelum akhirnya dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik pada Wisuda ke-76 UPNVJ yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (18/5/2026).

Bagi Indria, keberhasilan meraih gelar sarjana bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan, ketekunan, dan dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti menguatkannya.

“Pastinya tidak mudah, tetapi semua prosesnya benar-benar worth it. Dari setiap hambatan itu saya jadi banyak belajar dan berkembang,” ujar Indria.

Perjalanan akademiknya dimulai sejak masa sekolah menengah atas. Dengan tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, Indria berhasil diterima di UPNVJ melalui jalur undangan. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perjalanan yang kemudian membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan percaya diri.

Selama menempuh pendidikan, Indria merupakan penerima Uang Kuliah Tunggal (UKT) Golongan 1. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dukungan yang sangat berarti bagi dirinya dan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.

Ia mengaku bersyukur karena UPNVJ memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Saya sangat bersyukur karena UPNVJ benar-benar membantu saya di tengah keterbatasan ekonomi. Selama kuliah juga saya tidak pernah merasa dibedakan,” ujarnya.

Meski mendapat dukungan biaya pendidikan, perjalanan kuliahnya tetap diwarnai berbagai tantangan. Indria harus menghadapi tekanan mental dan kesulitan finansial yang beberapa kali membuat proses studinya terasa berat. Ia juga mengakui bahwa dirinya tidak menyelesaikan pendidikan tepat waktu, sesuatu yang sempat menjadi beban tersendiri dalam perjalanan akademiknya.

Namun, alih-alih menyerah, Indria memilih untuk menerima proses tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup. Ia meyakini bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing menuju keberhasilan.

“Saya selalu percaya bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing. Jadi, saya fokus pada proses saya sendiri dan tetap berjalan pelan-pelan,” katanya.

Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi, keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar yang membuatnya tetap bertahan. Indria menyebut ibunya dan sang nenek sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan, doa, dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

Baginya, gelar sarjana yang berhasil diraih bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga persembahan untuk keluarga yang selama ini mendampingi perjuangannya.

“Ibu dan nenek saya yang selalu menjadi alasan saya untuk terus kuat, karena gelar ini juga saya persembahkan untuk mereka,” tuturnya.

Hari wisuda menjadi puncak dari perjalanan panjang yang telah ia lalui. Momen tersebut bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, akan menemukan hasilnya apabila dijalani dengan kesabaran dan ketekunan.

Melalui kisah hidupnya, Indria berharap dapat memberikan semangat kepada mahasiswa lain yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dari sisi ekonomi, agar tidak kehilangan rasa percaya diri dalam mengejar cita-cita.

“Jangan minder dengan keadaan. Tetap percaya pada diri sendiri dan terus berjalan, karena keterbatasan bukan berarti kita tidak bisa sampai tujuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berjuang. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan diri.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi alasan untuk terus berjuang,” kata Indria.

Kisah Indria Putri Maharani menjadi salah satu potret nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi sarana mobilitas sosial dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Perjalanan yang ia lalui menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemudahan yang dimiliki seseorang, melainkan oleh ketekunan, ketangguhan, dan kemauan untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan.

Keberhasilan Indria juga mencerminkan komitmen UPNVJ dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya. Melalui dukungan akademik, lingkungan pembelajaran yang kondusif, serta berbagai kebijakan akses pendidikan, UPNVJ terus berupaya melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berkarakter Bela Negara.

Di balik toga yang dikenakannya pada Wisuda ke-76, tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dijalani dengan konsisten dapat membawa seseorang menuju pencapaian besar yang selama ini diperjuangkan.