Jakarta – Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (18/5/2026), diwarnai suasana haru melalui pidato yang disampaikan oleh Alifya Rayyani Shofiy, lulusan Program Studi S-1 Kedokteran Fakultas Kedokteran UPNVJ. Sebagai perwakilan wisudawan, Alifya menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus refleksi perjalanan akademik yang menyentuh hati para hadirin.

Di hadapan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, keluarga, serta ribuan wisudawan, Alifya mengajak seluruh lulusan untuk mengenang perjuangan panjang selama menempuh pendidikan dan memaknai wisuda bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru.

Mengawali sambutannya, Alifya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para wisudawan menyelesaikan perjalanan akademik yang penuh tantangan. Menurutnya, momen wisuda merupakan pencapaian yang dahulu hanya menjadi harapan dan impian, namun kini berhasil diwujudkan melalui kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah berhenti.

“Hari ini, saat kita duduk dengan anggun mengenakan toga dan mendengarkan nama kita dipanggil satu per satu, rasanya sulit untuk tidak menoleh ke belakang dan mengingat kembali versi diri kita di awal perkuliahan dulu,” ujar Alifya.

Dalam pidatonya, Alifya menggambarkan berbagai dinamika yang dialami mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Mulai dari tekanan akademik, tugas yang menumpuk, kegiatan organisasi, tuntutan ekspektasi, hingga rasa takut gagal dan tertinggal yang pernah dirasakan oleh hampir setiap mahasiswa.

Namun menurutnya, seluruh tantangan tersebut justru menjadi proses penting yang membentuk karakter, kedewasaan, dan ketangguhan diri setiap mahasiswa hingga akhirnya mampu mencapai titik kelulusan.

Ia menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kehidupan yang mengajarkan mahasiswa untuk bertahan, bekerja sama, memahami orang lain, dan mengenali potensi diri.

Menurut Alifya, kehidupan kampus telah menjadi rumah yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia juga mengenang berbagai pengalaman sederhana yang kini menjadi kenangan berharga, seperti suasana ruang kelas, diskusi hingga larut malam, tugas dengan tenggat waktu yang ketat, perjuangan menyusun skripsi, hingga percakapan ringan bersama teman-teman seperjuangan.

Bagi Alifya, seluruh pengalaman tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang membentuk identitas para lulusan dan akan selalu menjadi bagian dari kisah hidup mereka di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Alifya turut menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan para wisudawan. Ia menyebut para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menanamkan nilai kehidupan, integritas, tanggung jawab, dan semangat perjuangan.

Selain itu, ia memberikan apresiasi yang mendalam kepada para orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan sepanjang masa studi.

“Hari ini bukanlah panggung keberhasilan kami semata, melainkan perayaan kemenangan bagi seluruh keluarga yang selalu setia berjalan beriringan bersama kami dalam setiap embusan prosesnya,” tuturnya.

Menjelang akhir pidato, Alifya mengajak seluruh wisudawan untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri atas seluruh perjuangan yang telah dilalui. Ia menilai bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan bukti bahwa setiap lulusan mampu melewati berbagai tantangan yang sebelumnya mungkin terasa mustahil.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan, melainkan titik awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

“Wisuda yang kita rayakan hari ini bukanlah titik akhir yang menghentikan langkah kita, melainkan sebuah gerbang awal dari babak baru yang akan melempar kita menuju tantangan yang lebih nyata, mimpi yang lebih megah, dan kisah-kisah hidup berikutnya yang lebih menantang,” katanya.

Pidato Alifya mendapatkan sambutan hangat dan tepuk tangan panjang dari para hadirin. Banyak wisudawan dan keluarga yang larut dalam suasana haru karena isi pidato tersebut dinilai mampu mewakili pengalaman, perjuangan, serta perasaan yang dirasakan oleh para lulusan selama menempuh pendidikan di UPNVJ.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam Wisuda ke-76 UPNVJ yang mengusung tema “Menjadi Lulusan Kompeten, Adaptif, dan Berkarakter Bela Negara.” Melalui pesan yang disampaikan Alifya, para lulusan diajak untuk melangkah ke masa depan dengan penuh optimisme, tetap rendah hati, serta membawa nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama berada di lingkungan kampus.

Pidato tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik bukan hanya tentang gelar yang diperoleh, tetapi juga tentang proses bertumbuh, belajar dari kegagalan, membangun relasi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.