Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkenalkan dua inovasi pangan berbasis komoditas lokal, TiwulBar dan Pronut(s).id, dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang berlangsung pada 29 September–2 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Selain memamerkan produk kewirausahaan mahasiswa, UPNVJ turut memperkenalkan identitas Jakarta melalui budaya Betawi dalam Kirab Budaya, memadukan kekayaan tradisi dengan wajah modern ibu kota.
KMI Expo XVII 2026 mempertemukan 368 tim dari 219 perguruan tinggi di Indonesia melalui pameran produk, kompetisi, pengembangan jejaring bisnis, dan pertukaran budaya. Dalam ajang nasional tersebut, UPNVJ mengirimkan dua kelompok usaha mahasiswa pada kategori Makanan dan Minuman, masing-masing dalam Tahap Bertumbuh dan Tahap Awal.
TiwulBar dan Pronut(s).id, Inovasi dari Pangan Lokal
Pada kategori Makanan dan Minuman Tahap Bertumbuh, UPNVJ menghadirkan TiwulBar melalui inovasi bertajuk “TiwulBar Inovasi Snack Bar Modern dari Pangan Tradisional Indonesia.”
Tim TiwulBar terdiri atas Nehemia Christiani Manurung, Shafa Dinda Farahmitha, Naswa Nur Fitri, Salma Khoirun Nisa, dan Marsyha Revanka Amelia, dengan pendamping Catur Nugrahaeni Puspita Dewi, M.Komp., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPNVJ.
TiwulBar mengembangkan tiwul, pangan tradisional Indonesia, menjadi snack bar modern. Inovasi ini menawarkan pendekatan baru dalam mengolah pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai usaha mahasiswa untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, pada kategori Makanan dan Minuman Tahap Awal, UPNVJ mengusung Pronut(s).id dengan inovasi “Hilirisasi Kacang Bambara Menjadi Donat Sehat Tinggi Protein sebagai Solusi Camilan Inovatif Berbasis Komoditas Lokal.”
Tim Pronut(s).id beranggotakan Muhammad Zayyan Rizka, Mahdi Imantaka Sutejo, Aminah, Farah Zahidah, dan Zulfi Alisya, dengan pendamping Dr. Ridwan Raafi’udin dari Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ.
Melalui produk tersebut, mahasiswa mengolah kacang bambara menjadi donat inovatif. Gagasan ini memperlihatkan peluang hilirisasi komoditas lokal melalui pengembangan produk pangan yang dipadukan dengan kreativitas dan pendekatan kewirausahaan.
Kedua tim tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga mengikuti presentasi dan penjurian serta berinteraksi dengan juri, pengunjung, peserta, dan pelaku usaha. Rangkaian tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan, mengevaluasi kesiapan produk, dan memahami aspek pengembangan model bisnis.
Dari Budaya Betawi hingga Wajah Modern Jakarta
Partisipasi UPNVJ dalam KMI Expo XVII 2026 juga ditandai dengan keikutsertaan dalam Kirab Budaya pada 30 September 2026. Kontingen UPNVJ menampilkan sejumlah ikon budaya Betawi, seperti Soto Betawi, kerak telor, dan busana tradisional Betawi.
Representasi budaya tersebut dipadukan dengan simbol MRT Jakarta yang menggambarkan perkembangan ibu kota sebagai kota metropolitan modern. Perpaduan tradisi dan modernitas ini menjadi cara UPNVJ memperkenalkan karakter Jakarta kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kirab Budaya sekaligus menjadi ruang perjumpaan identitas daerah, ketika setiap perguruan tinggi menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Keterlibatan UPNVJ menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa dapat berjalan beriringan dengan pengenalan budaya dan apresiasi terhadap keberagaman Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai UPNVJ, Widya Mwat Yasa atau Belajar untuk Membangun, yang mendorong mahasiswa memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman untuk menghasilkan kontribusi bagi masyarakat.
KMI Expo sebagai Ruang Mengembangkan Usaha
Pada hari terakhir, mahasiswa UPNVJ mengikuti pameran dan Collaborative Matching yang membuka peluang untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, serta menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak. Forum ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari model bisnis dan strategi pengembangan usaha dari perguruan tinggi lain.
KMI Expo XVII 2026 ditutup melalui KMI Award dan Closing Ceremony yang turut menampilkan kesenian tradisional Lengger khas Banyumas. Meski belum meraih penghargaan pada KMI Award XVII 2026, keikutsertaan UPNVJ tetap memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menguji gagasan dan mengevaluasi pengembangan produk di tingkat nasional.
Pengalaman berinteraksi dengan juri, praktisi, pelaku usaha, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menjadi bekal untuk menyempurnakan produk, memperkuat model bisnis, serta membaca peluang pasar. Kehadiran TiwulBar dan Pronut(s).id memperlihatkan potensi mahasiswa dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah, sedangkan partisipasi dalam Kirab Budaya memperkuat apresiasi terhadap identitas daerah.
Melalui pengalaman di KMI Expo XVII 2026, UPNVJ mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi, memperluas kolaborasi, dan memanfaatkan potensi lokal sebagai landasan membangun usaha yang berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan kampus agar mahasiswa tidak hanya mampu melihat peluang, tetapi juga menciptakan peluang melalui kreativitas dan inovasi.
