Jakarta, 12 September 2026 — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melantik 1.944 lulusan dalam Wisuda Diploma, Sarjana, Magister, dan Profesi Ke-77 Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. mengajak para lulusan membangun kedaulatan pengetahuan di era kecerdasan artifisial (AI) agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi tetap mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, menciptakan pengetahuan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 326 lulusan Program Diploma Tiga, 1.458 lulusan Program Sarjana, 107 lulusan Program Magister, dan 53 lulusan Program Profesi. Prosesi wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Venus mengatakan, capaian tersebut tidak hanya lahir dari kerja keras para mahasiswa, tetapi juga tidak terlepas dari dukungan, pengorbanan, dan doa keluarga yang mendampingi selama proses pendidikan.

Dalam sambutannya, Venus menyoroti perubahan besar yang berlangsung seiring semakin luasnya penggunaan AI. Teknologi tersebut, menurutnya, tidak lagi sekadar gambaran masa depan, tetapi telah hadir dalam berbagai aktivitas manusia, mulai dari pembelajaran, pekerjaan, komunikasi, penelitian, pengambilan keputusan, hingga proses penciptaan pengetahuan.

Karena itu, tantangan yang dihadapi lulusan bukan semata-mata kemampuan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana manusia tetap memiliki kendali atas pengetahuan yang dihasilkan dan dikonsumsi.

“Apakah kita mampu tetap berdaulat atas pengetahuan kita di tengah semakin besarnya peran AI?” ujar Venus.

Ia menjelaskan bahwa kedaulatan pengetahuan berarti kemampuan untuk tidak berhenti sebagai konsumen informasi maupun pengguna teknologi. Lulusan perguruan tinggi perlu mampu memahami, mengkritisi, memverifikasi, menciptakan, sekaligus menentukan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kepentingan masyarakat.

“Semakin cerdas teknologi yang kita gunakan, semakin tinggi pula kualitas manusia yang harus kita bangun,” katanya.

Perubahan teknologi juga berdampak pada kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Venus mengutip Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menempatkan analytical thinking sebagai salah satu keterampilan inti yang dibutuhkan organisasi, bersama kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kreativitas, serta penguasaan AI dan data.

Ia mengingatkan bahwa keterampilan yang saat ini dianggap unggul dapat berubah menjadi kemampuan dasar seiring perkembangan teknologi. Karena itu, lulusan perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir analitis, memecahkan masalah, beradaptasi, berkolaborasi, berkomunikasi, memimpin, dan menciptakan gagasan baru.

“Gelar akademik membawa Saudara memasuki dunia kerja, tetapi kemampuan untuk terus belajar akan menentukan seberapa jauh Saudara dapat melangkah di dalamnya,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan proses belajar sebagai perjalanan yang tidak berhenti ketika seseorang menerima ijazah. Para lulusan didorong untuk terus membaca, bertanya, bereksplorasi, bereksperimen, dan memperbarui pengetahuan sesuai perubahan zaman.

Venus juga menekankan pentingnya membentuk lulusan yang tidak hanya menjadi AI users, tetapi berkembang sebagai AI-enabled professionals. Artinya, AI dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas manusia dalam berpikir dan berkarya, tanpa menggantikan daya kritis maupun tanggung jawab penggunanya.

“Use AI to amplify your intelligence, not to replace your thinking,” pesan Venus.

Menurutnya, semakin banyak pekerjaan teknis dan repetitif yang dapat ditangani mesin, semakin penting kemampuan manusia dalam kreativitas, empati, kepemimpinan, komunikasi, pertimbangan etis, kolaborasi, dan berpikir kritis.

Penguasaan teknologi dengan demikian perlu berjalan bersama kemampuan untuk mempertanggungjawabkan keputusan dan memastikan teknologi digunakan untuk tujuan yang memberikan manfaat.

Dalam konteks UPNVJ, Venus mengaitkan kemampuan tersebut dengan karakter Bela Negara yang menjadi bagian dari identitas universitas. Bela Negara tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan menghadapi ancaman secara fisik, tetapi juga melalui integritas, keberanian menjaga kebenaran informasi, penggunaan ilmu secara bertanggung jawab, serta sikap menolak penyalahgunaan teknologi.

Ketika pengetahuan digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat, integritas dijaga dalam pekerjaan, dan teknologi tidak digunakan untuk merugikan orang lain, nilai-nilai Bela Negara dapat diwujudkan dalam kehidupan profesional.

Karena itu, Venus menekankan bahwa kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan perlu menjadi satu kesatuan dalam diri lulusan UPNVJ.

Ia kemudian menitipkan tiga pesan kepada para lulusan: menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjadi pengguna teknologi yang berdaulat, serta menjadi pribadi berilmu dan berkarakter.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Wisuda Ke-77 UPNVJ, “Menjadi Lulusan yang Kompeten, Berkarakter Bela Negara, dan Berdampak bagi Bangsa.” Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan membawa ilmu dan karakter yang telah dibangun selama berada di UPNVJ untuk menghadapi perubahan sekaligus memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Selamat memasuki babak kehidupan yang baru. Selamat mengabdi, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Bawalah ilmu yang telah diperoleh, teguhkan karakter, dan jadilah insan yang senantiasa memberi manfaat di mana pun Saudara berada,” tutup Venus.