Jakarta, 12 September 2026 — Bagi Nadia Nugrahani, S.KM., Wisuda Ke-77 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPNVJ tersebut dipercaya memimpin Janji Wisudawan pada Sesi II, sekaligus menerima penghargaan Karya Mahardika setelah menorehkan berbagai prestasi selama menjalani pendidikan.
Di hadapan para lulusan, pimpinan universitas, dan keluarga wisudawan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026), Nadia memimpin ikrar yang menjadi penanda kesiapan para lulusan memasuki babak baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Momen tersebut menjadi semakin bermakna karena Nadia menutup perjalanan akademiknya dengan IPK 3,76 dan skor Karya Mahardika 1.110, yang diperoleh melalui rangkaian capaian akademik dan nonakademik.
Sepanjang masa studi, Nadia mencatatkan 16 poin prestasi. Beberapa di antaranya adalah juara pertama Female Adult Match Achievement Class A pada Indonesia Paku Bumi Open 11th International Championship 2023, juara ketiga kategori Women 20 Jakarta International Orienteering Championship (JIOC) 2025, serta Juara I Tanding Kelas A Putri Tingkat Dewasa pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Makassar Championship 1 Tahun 2022.
“Rasanya sangat bersyukur. Saya tidak berhenti mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena semua doa dan ikhtiar akhirnya membawa saya mendapatkan kesempatan meraih Karya Mahardika. Saya juga sangat berterima kasih kepada orang tua, keluarga, serta pihak kampus yang selalu mendampingi dan membantu perjalanan saya hingga sejauh ini,” ujar Nadia.
Perjalanan Nadia menuju kelulusan tidak selalu berlangsung tanpa hambatan. Ia sempat terlalu fokus mengejar prestasi nonakademik hingga berdampak pada capaian akademiknya.
Pengalaman tersebut menjadi titik evaluasi bagi Nadia. Pada tahun-tahun berikutnya, ia mulai memberikan perhatian lebih besar pada akademik, termasuk melalui kegiatan publikasi dan sertifikasi. Dari proses itu, ia menemukan pola pengelolaan waktu yang membuat aktivitas akademik dan nonakademik dapat berjalan lebih seimbang.
“Di awal tahun nilai saya sempat turun karena terlalu fokus mengejar prestasi nonakademik. Tahun berikutnya saya mulai mengejar akademik melalui publikasi dan sertifikasi. Setelah menemukan teknik yang tepat, barulah prestasi nonakademik dan akademik bisa berjalan beriringan,” katanya.
Selain pencak silat, Nadia memperluas pengalaman melalui Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UPNVJ. Ia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari panjat tebing, orienteering, arung jeram hingga single rope technique.
Komitmennya dalam menjalani aktivitas tersebut juga diuji ketika harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan latihan intensif. Saat menjalani Pembelajaran Berbasis Lapangan (PBL) sekaligus mempersiapkan kompetisi arung jeram, Nadia menjalani kegiatan akademik sejak pagi hingga sore sebelum melanjutkan latihan bersama tim hingga malam.
Ketika tidak dapat mengikuti latihan bersama, ia tetap menjaga persiapan dengan berlatih secara mandiri menggunakan resistance band dan sejumlah alat bantu. Baginya, konsistensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada tim yang sedang mempersiapkan diri untuk meraih hasil terbaik.
Menurut Nadia, berbagai kompetisi yang dijalani selama kuliah memberikan pelajaran yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar trofi. Setiap proses membentuk konsistensi, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, serta ketangguhan untuk bangkit setelah menghadapi kegagalan.
“Setiap prestasi mengajarkan saya bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan proses, konsistensi, keberanian untuk mencoba, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan,” ujarnya.
Kepercayaan memimpin Janji Wisudawan menjadi penutup simbolis perjalanan Nadia sebagai mahasiswa UPNVJ. Dari podium wisuda, ia hadir bukan hanya sebagai lulusan Kesehatan Masyarakat dan penerima Karya Mahardika, tetapi juga sebagai perwakilan para wisudawan yang telah melewati proses panjang pendidikan.
Pengalaman tersebut membuat Nadia mendorong mahasiswa UPNVJ untuk tidak membatasi ruang belajar hanya di dalam kelas. Menurutnya, penelitian, kompetisi, organisasi, publikasi, kepanitiaan, hingga kegiatan sosial dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan dan karakter.
“Jangan pernah membatasi diri hanya karena merasa belum cukup hebat atau belum memiliki banyak pengalaman. Jangan takut mencoba hal baru, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tidak semua proses akan langsung menghasilkan prestasi, tetapi setiap pengalaman pasti memberikan pelajaran,” pesan Nadia.
Bagi Nadia, perjalanan di UPNVJ akhirnya mempertemukan tiga hal yang saling melengkapi: kompetensi akademik, pengalaman di luar kelas, dan keberanian untuk terus mencoba. Kini, setelah memimpin Janji Wisudawan dan menerima Karya Mahardika, ia bers
