Jakarta – Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (18/5/2026), menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Esmeralda Azahra Sutanto. Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2021 tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 setelah melalui perjalanan akademik dan kehidupan yang penuh tantangan.

Di balik senyum bahagia yang menghiasi hari kelulusannya, Esmeralda menyimpan kisah perjuangan yang sarat makna. Keberhasilannya meraih gelar sarjana bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga bentuk pemenuhan janji kepada kedua orang tuanya yang telah berpulang.

Esmeralda mengaku pernah berada pada titik keraguan dan merasa tidak yakin mampu menyelesaikan perkuliahan. Proses penyusunan tugas akhir menjadi fase yang paling berat selama delapan semester menjalani pendidikan di UPNVJ. Namun, ia memilih untuk terus bertahan dan menyelesaikan setiap tahapan secara perlahan hingga akhirnya berhasil mencapai garis akhir.

“Jujur bangga dan senang karena saya awalnya sempat tidak yakin bisa menyelesaikan kuliah. Tapi setelah saya coba perlahan-lahan menyelesaikan skripsi dan sebagainya, ternyata bisa selesai,” ujar Esmeralda.

Perjalanan akademiknya dimulai ketika diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Program Studi Ilmu Komunikasi UPNVJ. Sejak awal memasuki lingkungan kampus, Esmeralda merasakan suasana yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri. Dukungan dari teman-teman, kakak tingkat, serta dosen menjadi faktor penting yang membantunya menjalani masa perkuliahan dengan lebih percaya diri.

Di tengah kehilangan kedua orang tua, Esmeralda menjadikan pesan yang mereka tinggalkan sebagai sumber kekuatan utama. Ia selalu mengingat harapan orang tuanya agar dirinya dapat melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan kuliah hingga tuntas.

Pesan tersebut menjadi penyemangat yang terus menguatkannya setiap kali menghadapi rasa lelah dan keinginan untuk menyerah, terutama saat mengerjakan tugas akhir.

“Setiap saya mau menyerah mengerjakan tugas akhir, ketika saya ingat pesan ini, saya bangkit lagi dan semangat lagi. Saya ingat bahwa saya punya janji dengan kedua orang tua untuk menyelesaikan pendidikan,” tuturnya.

Menurut Esmeralda, tantangan terbesar yang dihadapi selama menjadi mahasiswa berasal dari aspek akademik. Perbedaan sistem pembelajaran antara sekolah dan perguruan tinggi membuatnya sempat kesulitan beradaptasi pada awal masa studi. Namun melalui kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil mengatasi berbagai hambatan hingga lulus dengan hasil yang membanggakan.

Dalam perjalanan tersebut, Esmeralda tidak berjuang seorang diri. Kehadiran sahabat dan teman-teman terdekat menjadi sumber dukungan yang sangat berarti. Mereka menjadi tempat berbagi cerita, menyampaikan keluh kesah, sekaligus memberikan semangat ketika menghadapi berbagai tantangan selama kuliah.

Selain pembelajaran akademik, pengalaman yang paling berkesan baginya adalah keterlibatan dalam kegiatan organisasi dan program magang. Melalui pengalaman tersebut, Esmeralda memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu komunikasi diterapkan dalam dunia kerja serta memahami berbagai dinamika kehidupan profesional.

Hari wisuda menjadi puncak dari seluruh perjalanan yang telah dilaluinya. Momen tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga perwujudan dari janji yang selama ini ia pegang teguh.

Ketika ditanya mengenai hal yang ingin disampaikan kepada kedua orang tuanya, Esmeralda menjawab dengan penuh haru.

“Pa, Ma, aku berhasil. Aku selesai. Aku ternyata bisa melewati ini semua,” ucapnya.

Bagi Esmeralda, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, wisuda menjadi bukti bahwa setiap kesulitan dapat dilalui dengan kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah.

Kisah perjuangannya menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga mengasah ketangguhan mental, daya juang, dan karakter seseorang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Sejalan dengan semangat Kampus Bela Negara, UPNVJ terus berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam menghasilkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menutup ceritanya, Esmeralda menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain yang saat ini tengah menghadapi berbagai kesulitan agar tidak mudah menyerah terhadap keadaan.

“Percaya, semua masalah pasti bisa selesai. Pelan-pelan saja, yang penting ada kemajuan. Semangat, pasti bisa,” pesannya.

Pesan sederhana tersebut menjadi gambaran dari perjalanan hidup yang telah ia lalui. Melalui ketekunan, kesabaran, dan keyakinan, Esmeralda Azahra Sutanto membuktikan bahwa setiap perjuangan akan menemukan jalannya menuju keberhasilan.