Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dylont Ananda Setya Huraihira, menorehkan prestasi internasional setelah bersama tim Bigetron by Vitality meraih gelar juara kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada Games of the Future 2026 di Astana, Kazakhstan.
Dylont yang dikenal dengan nama in-game Shogun tampil sebagai EXP laner dalam skuad Bigetron by Vitality. Gelar juara dipastikan setelah Bigetron menaklukkan sesama wakil Indonesia, ONIC, dengan skor 3–1 pada pertandingan final yang berlangsung Minggu (9/8/2026).
Games of the Future 2026 diselenggarakan pada 29 Juli–9 Agustus 2026 dengan mempertemukan lebih dari 800 peserta dari lebih dari 50 kewarganegaraan. Kompetisi tersebut memadukan olahraga, teknologi, dan permainan kompetitif melalui delapan disiplin, dengan total hadiah lebih dari USD4 juta.
Pada cabang MOBA Mobile Legends: Bang Bang, sebanyak 16 tim internasional bersaing memperebutkan total hadiah USD900.000. Kompetisi berlangsung di Zhaksylyk Ushkempirov Martial Arts Palace, Astana, dan diikuti sejumlah tim papan atas seperti Team Falcons, Team Spirit, Aurora Gaming, Selangor Red Giants, FUT Esports, hingga ONIC.
Perjalanan Menuju Gelar Juara
Perjalanan Bigetron by Vitality menuju podium tertinggi berlangsung melalui persaingan ketat. Pada fase grup, Bigetron berhasil menjadi pemuncak Grup B sebelum melanjutkan perjalanan menuju babak semifinal.
Di semifinal, Bigetron menghadapi Aurora Gaming dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2–1. Hasil tersebut membawa Dylont bersama rekan-rekannya ke pertandingan puncak untuk menghadapi ONIC.
Final berlangsung dalam format best of five. Bigetron tampil konsisten hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3–1 atas ONIC dan memastikan gelar juara Games of the Future 2026 cabang MLBB.
Keberhasilan tersebut menjadi gelar internasional pertama Bigetron by Vitality di MLBB. Sebagai juara, Bigetron memperoleh hadiah utama sebesar USD315.000 dari total hadiah USD900.000 yang diperebutkan pada cabang tersebut.
Dalam skuad Bigetron by Vitality, Dylont atau Shogun tampil bersama Nnael, Moreno, EMANN, dan Finn. Peran sebagai EXP laner menuntut kemampuan membaca permainan, pengambilan keputusan, komunikasi, serta koordinasi yang kuat dengan seluruh anggota tim.
Bawa Nama UPNVJ ke Panggung Internasional
Bagi Dylont, keikutsertaannya dalam Games of the Future 2026 tidak hanya menjadi perjalanan kompetitif, tetapi juga kesempatan membawa identitas sebagai mahasiswa UPNVJ ke tingkat internasional.
“Bisa membawa nama UPN Veteran Jakarta sampai ke kompetisi internasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Games of the Future memberikan pengalaman yang sangat berharga karena saya bisa bertemu dan berkompetisi dengan pemain dari berbagai negara. Dari sana saya belajar bahwa kemampuan, disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim menjadi hal yang sangat penting untuk bisa bersaing di level internasional,” ujar Dylont.
Menurutnya, pencapaian di tingkat internasional tidak terlepas dari proses latihan, konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta kerja sama tim. Bagi mahasiswa yang menjalani pendidikan sekaligus berkarier sebagai pemain profesional, kemampuan mengelola waktu dan menjaga komitmen menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi.
Dylont juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, tim, teman, dan UPNVJ yang telah memberikan dukungan selama perjalanan kariernya.
“Saya berterima kasih kepada keluarga, tim, teman-teman, dan UPN Veteran Jakarta yang selalu memberikan dukungan. Prestasi ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membawa nama kampus ke tingkat yang lebih luas. Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPNVJ lainnya untuk berani mengejar prestasi sesuai bidang yang mereka tekuni,” katanya.
Prestasi tersebut menunjukkan semakin luasnya ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi di tengah perkembangan industri kreatif dan teknologi digital. Esports tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis permainan, tetapi juga strategi, komunikasi, kedisiplinan, kemampuan mengambil keputusan, serta kerja sama tim.
Bagi UPNVJ, capaian Dylont menjadi bagian dari rekam jejak prestasi mahasiswa di tingkat internasional sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang prestatif, inklusif, kolaboratif, dan berkarakter Bela Negara.
Melalui dukungan terhadap minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, UPNVJ terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang. Prestasi Dylont di Kazakhstan menjadi bukti bahwa talenta mahasiswa UPNVJ dapat bersaing di panggung global sekaligus membawa nama Kampus Bela Negara semakin dikenal di tingkat internasional.
