Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Ph.D. hadir di tengah agenda kerjanya untuk berbagi wawasan kepada 4.612 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dalam rangkaian hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ 2026, Senin (10/8/2026).

Bertempat di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Stella membawakan materi bertajuk “Mahasiswa Unggul di Era AI: Mengasah Nalar, Integritas, dan Kepemimpinan.” Sesi tersebut menjadi salah satu pembekalan penting bagi mahasiswa baru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin dipengaruhi perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Di hadapan ribuan mahasiswa, Stella membahas AI tidak semata sebagai teknologi yang mampu memproses informasi dan membantu berbagai pekerjaan manusia, tetapi juga sebagai perkembangan yang menuntut manusia meningkatkan kualitas dirinya. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan bernalar, menjaga integritas, dan membangun kapasitas kepemimpinan.

AI dan Pentingnya Kemampuan Bernalar

Dalam paparannya, Stella mengajak mahasiswa memahami bahwa kemudahan memperoleh informasi melalui AI perlu diimbangi dengan kemampuan untuk menilai dan menguji informasi tersebut. Mahasiswa perlu membangun kebiasaan berpikir kritis agar tidak menerima informasi secara mentah.

Kemampuan bernalar menjadi penting untuk memahami persoalan, menilai informasi, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan pilihan yang dibuat. Di tengah teknologi yang semakin mampu memberikan jawaban secara cepat, mahasiswa justru perlu memperkuat kemampuan untuk bertanya, berdiskusi, membaca, melakukan verifikasi, dan menyusun argumentasi berdasarkan pengetahuan serta bukti.

Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Stella terhadap pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan AI. Teknologi dapat menghasilkan informasi yang tidak selalu bebas dari bias, sehingga kemampuan manusia untuk mengevaluasi hasil teknologi menjadi semakin penting.

Bagi mahasiswa baru UPNVJ, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar perpindahan dari bangku sekolah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kampus merupakan ruang untuk membentuk cara berpikir yang semakin matang, independen, dan bertanggung jawab.

Integritas di Tengah Kemudahan Teknologi

Selain nalar, integritas menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa unggul di era AI. Kemampuan teknologi yang semakin besar perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Dalam lingkungan akademik, integritas tercermin melalui kejujuran dalam proses belajar, penghargaan terhadap karya dan gagasan orang lain, serta kesadaran untuk menggunakan teknologi sebagai sarana pengembangan kemampuan manusia.

Mahasiswa dituntut memahami batas antara memanfaatkan teknologi untuk membantu proses belajar dan menjadikan teknologi sebagai pengganti proses berpikir. Dengan demikian, penggunaan AI tetap berada dalam kerangka etika akademik dan tanggung jawab intelektual.

Kepemimpinan Tidak Sekadar Jabatan

Dimensi lain yang mendapat perhatian dalam materi Stella adalah kepemimpinan. Mahasiswa didorong untuk mulai membangun kapasitas kepemimpinan sejak berada di lingkungan kampus.

Kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan posisi formal dalam organisasi. Lebih dari itu, kepemimpinan tercermin melalui kemampuan mengenali persoalan, mengambil keputusan berdasarkan nilai, bekerja bersama orang lain, serta bertanggung jawab atas dampak dari keputusan yang diambil.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan yang cepat. Mahasiswa masa kini perlu memiliki visi, kemampuan bernalar, empati, dan integritas agar mampu menghadapi persoalan secara bijak sekaligus mengambil peran dalam menghadirkan solusi.

Pemaparan Stella memberikan konteks bahwa keunggulan mahasiswa di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan teknologi. Perkembangan AI justru semakin menegaskan pentingnya kualitas manusia yang sulit digantikan mesin, seperti berpikir mendalam, menilai secara kritis, memegang prinsip, berkomunikasi, berkolaborasi, dan memimpin.

Sesi bersama Stella juga memperkuat konsep PKKMB UPNVJ 2026 sebagai pembekalan awal yang tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus. UPNVJ menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai pendidikan, pengembangan diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Melalui PKKMB 2026, UPNVJ mendorong mahasiswa baru untuk memahami bahwa teknologi merupakan sarana untuk memperkuat kapasitas manusia. Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, mahasiswa UPNVJ diharapkan tumbuh sebagai insan akademik yang mampu berpikir kritis, menjunjung tinggi integritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.