Jakarta – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan Tes Literasi Bela Negara Seleksi Mandiri (SEMA) Gelombang II Tahun 2026 yang diikuti 3.215 peserta pada Rabu (22/7/2026). Ujian dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, dengan pusat pelaksanaan dan pengawasan berada di Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, serta Kampus Limo, Depok.

Pelaksanaan ujian melibatkan 69 pengawas dan tim teknis untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib, objektif, transparan, dan berintegritas. Dari total peserta, sebanyak 302 peserta mengikuti ujian secara luring di Kampus Pondok Labu, terdiri atas 160 peserta sesi pagi dan 142 peserta sesi siang, dengan dukungan delapan pengawas.

Sementara itu, sebanyak 2.913 peserta mengikuti ujian secara daring dengan pusat pengawasan di Kampus Limo. Pada sesi pagi, terdapat 1.464 peserta, sedangkan sesi siang diikuti 1.449 peserta. Sebanyak 61 pengawas ditugaskan untuk memantau pelaksanaan ujian daring tersebut.

Sebelum ujian dimulai, Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ, Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus, S.T., M.T., memberikan pengarahan kepada seluruh petugas. Ia menyampaikan bahwa SEMA Gelombang II merupakan tahap terakhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UPNVJ Tahun Akademik 2026/2027.

“Kita telah memasuki tahap terakhir dari seluruh proses penerimaan mahasiswa baru. Bapak dan Ibu yang bertugas hari ini juga memiliki pengalaman sebagai petugas pada SEMA Gelombang I. Kami berharap penyelenggaraan SEMA Gelombang II dapat berjalan baik dan lancar seperti seluruh proses sebelumnya,” ujar Henry.

Henry menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketelitian pengawas selama proses seleksi. Pengalaman petugas dalam pelaksanaan SEMA Gelombang I diharapkan dapat menjadi modal untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama ujian.

Menurutnya, pengawas harus memiliki kepekaan dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran maupun kecurangan. Pengawasan yang cermat diperlukan agar proses seleksi berlangsung adil dan mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kualitas diri dan integritas.

“Secara prinsip, kita sebagai pengawas harus mampu melihat potensi terjadinya kecurangan dan terus memonitor peserta ujian. Kita harus memilih calon mahasiswa yang memang memiliki kualitas diri yang baik,” katanya.

Henry berharap berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan dapat bersifat teknis dan segera diselesaikan melalui koordinasi antarpanitia. Ia juga mengapresiasi seluruh petugas yang telah hadir tepat waktu dan menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru UPNVJ, Fajar Nugroho, S.Kom., M.P., menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan sebelum ujian berlangsung. Pengecekan perangkat, jaringan, aplikasi ujian, serta sarana pemantauan dilakukan untuk meminimalkan gangguan selama pelaksanaan.

“Sejalan dengan arahan Wakil Rektor Bidang Akademik, kami berharap seluruh proses berjalan lancar. Tim teknisi juga telah memastikan seluruh perangkat dapat dioperasikan dan siap mendukung pelaksanaan ujian,” ujar Fajar.

Dalam pelaksanaan SEMA Gelombang II, hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 dan Tes Literasi Bela Negara menjadi komponen penilaian. Tes Literasi Bela Negara menjadi salah satu ciri khas proses penerimaan mahasiswa baru UPNVJ untuk mengukur pemahaman peserta mengenai nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, wawasan nusantara, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Pengawasan ketat diterapkan tidak hanya untuk mencegah pelanggaran, tetapi juga memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara. Setiap calon mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian berdasarkan kemampuan pribadi dan mematuhi seluruh tata tertib yang telah ditetapkan.

Di bawah kepemimpinan Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru terus diarahkan agar berlangsung objektif, transparan, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tes Literasi Bela Negara tidak hanya ditempatkan sebagai tahapan seleksi administratif, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kapasitas akademik, integritas, kepedulian sosial, serta karakter Bela Negara.

Melalui pelaksanaan SEMA Gelombang II, UPNVJ berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang profesional dan humanis sekaligus memastikan mahasiswa yang diterima memiliki potensi untuk berkembang menjadi insan yang kritis, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.