Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Ecovoltech Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Muhammad Saputra Ardiansyah sebagai ketua, Cindy Florencia Maranatha Sianipar, dan Muhamad Iqbal Putra Martika berhasil meraih Juara III Innovation Case Competition yang diselenggarakan oleh IEEE Universitas Brawijaya.

Kompetisi tersebut berlangsung secara luring di Malang pada Sabtu, 26 September 2026. Pada babak final, tim Ecovoltech membawakan gagasan berjudul “Closed-Loop Carbon Control System (CLCCS) Berbasis Machine Learning dan Blockchain untuk Dekarbonisasi Supply Chain Toyota Menuju Net-Zero Emission”.

Gagasan tersebut mengangkat tantangan dekarbonisasi rantai pasok global yang dihadapi Toyota. Tim menyoroti kesenjangan antara keberhasilan Toyota dalam membangun efisiensi operasional melalui Toyota Production System dengan capaian reduksi emisi rantai pasok yang masih berada di bawah target.

Sebagai solusi, tim mengusulkan Closed-Loop Carbon Control System (CLCCS), sebuah sistem kendali loop tertutup yang mengintegrasikan machine learning, blockchain, dan virtual soft-sensor. Sistem tersebut dirancang untuk mengolah data emisi pemasok menjadi dasar pengambilan keputusan pengadaan yang dapat dieksekusi secara otomatis.

Gagasan tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri pada babak final. Proses presentasi sekaligus menjadi ruang bagi tim untuk mempertanggungjawabkan kerangka analisis dan solusi yang ditawarkan.

Bagi Muhammad Saputra Ardiansyah, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap gagasan yang dibangun.

“Perjalanan di IEEE Fest ini mengajarkan kami bahwa kompetisi di level nasional tidak hanya menguji seberapa baik gagasan yang kami punya, tapi seberapa dalam kami memahaminya. Lima finalis yang hadir semuanya luar biasa, dan ketatnya persaingan justru membuat kami sadar bahwa masih banyak yang perlu diasah. Juara III adalah hasil yang kami syukuri, bukan karena posisinya, tapi karena ia mencerminkan sejauh mana kami sudah berkembang dari titik awal,” ujar Muhammad.

Ia menambahkan, tanggapan langsung dari dewan juri menjadi bagian penting dari pengalaman tim. Apresiasi terhadap kekuatan framework, kedalaman studi literatur, serta logika argumentasi yang dibangun menjadi sekaligus menjadi evaluasi bagi tim untuk mengembangkan gagasan tersebut lebih lanjut.

Persiapan menuju babak final dilakukan secara intensif. Tim melakukan riset terhadap laporan keberlanjutan Toyota, menyusun framework teknis berdasarkan literatur akademis terkini, serta melakukan simulasi sesi tanya jawab untuk mengantisipasi berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri.

Selain itu, tim juga menganalisis pendekatan tim kompetitor melalui poster yang dipublikasikan sebelum grand final. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertajam diferensiasi gagasan sekaligus mematangkan strategi penyampaian solusi yang ditawarkan.

Proses panjang tersebut turut memperkuat kekompakan ketiga anggota tim. Muhammad mengapresiasi kontribusi Cindy dan Iqbal yang terlibat dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan final.

“Saya sangat bangga dengan Cindy dan Iqbal, mereka berdua memberikan yang terbaik di setiap tahap, dari malam-malam panjang mengerjakan paper hingga detik-detik terakhir menjawab pertanyaan juri. Apa yang kami capai hari ini adalah buah dari kerja keras bersama, bukan kerja satu orang,” lanjutnya.

Menurut Muhammad, capaian tersebut bukan menjadi titik akhir bagi tim Ecovoltech. Ia justru melihat hasil kompetisi sebagai umpan balik untuk terus mengembangkan gagasan dan kemampuan tim.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan ini, dan seperti sistem yang kami rancang, pertumbuhan yang sesungguhnya tidak terjadi ketika kita berhenti di satu titik, melainkan ketika setiap hasil menjadi umpan balik untuk bergerak lebih jauh. Ia terus mengukur, belajar, dan memperbaiki dirinya. Itulah yang akan kami lakukan,” ungkapnya.

Raihan Juara III Innovation Case Competition menjadi bagian dari kiprah KSM Ecovoltech dalam mengembangkan gagasan berbasis teknologi dan keberlanjutan. Kompetisi tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi industri.

Capaian ini diharapkan menjadi dorongan bagi KSM Ecovoltech untuk terus mengembangkan kapasitas anggotanya, menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional. Melalui berbagai karya dan inovasi tersebut, mahasiswa UPNVJ diharapkan semakin aktif membawa nama almamater sekaligus memberikan kontribusi melalui bidang keilmuan yang ditekuni.