Mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Ruben Binsar William Manurung, meraih penghargaan Most Outstanding Performance dalam rangkaian kegiatan United Nations Responsible Business and Human Rights (UNRBHR) di Bangkok, Thailand. Prestasi tersebut diraih Ruben sebagai bagian dari Youth Delegation UNDP Indonesia dalam program #NextGenBHR2026 yang mempertemukan sekitar 80 pemuda dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.

Forum internasional tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dan memperdalam pemahaman mengenai praktik bisnis yang bertanggung jawab serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Bagi Ruben, partisipasi dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga memperluas wawasan mengenai persoalan global melalui diskusi lintas negara.

Berawal dari Kerelawanan hingga Forum Internasional

Perjalanan Ruben menuju forum UNRBHR berawal dari keterlibatannya dalam kegiatan kerelawanan. Pada awal 2026, ia mengikuti Volunteer Campaign UNDP untuk pelestarian Sungai Citarum. Melalui komunitas tersebut, Ruben memperoleh informasi mengenai kesempatan mengikuti seleksi Youth Delegation UNDP Indonesia untuk program #NextGenBHR2026 di Bangkok.

“Setelah bergabung dalam komunitas volunteer, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi Youth Delegation UNDP Indonesia dalam kegiatan #NextGenBHR2026 pada event UNRBHR di Bangkok, Thailand,” ujar Ruben.

Proses seleksi diawali dengan pengiriman motivation letter yang menjelaskan ketertarikan terhadap isu yang diangkat serta relevansinya dengan pengalaman dan latar belakang peserta. Setelah lolos tahap awal, Ruben menghadapi tantangan berikutnya berupa penulisan esai yang menuntut kemampuan menghubungkan pengalaman pribadi dengan persoalan bisnis dan HAM.

“Bagian tersulit adalah ketika harus membuat esai. Saya harus mengaitkan program ini dengan pertanyaan yang diberikan sekaligus mengingat kembali pengalaman-pengalaman saya yang relevan,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, Ruben memanfaatkan pengetahuan akademik yang diperolehnya di UPNVJ untuk memahami isu dan menganalisis studi kasus selama kegiatan. Ia menilai pembelajaran di bangku kuliah turut membantunya menghubungkan persoalan dengan konteks global.

“Bekal akademik sangat membantu karena saya menjadi lebih mudah memahami status quo dari persoalan yang diberikan. Lingkungan yang ambisius juga mendorong saya untuk meningkatkan performa,” kata Ruben.

Analisis Isu Ketenagakerjaan Mengantarkan pada Penghargaan

Dalam forum tersebut, Ruben bersama tim membahas topik labor dynamics melalui studi kasus perusahaan kelapa sawit Malaysia yang berpotensi menghadapi larangan ekspor ke Amerika Serikat dan Uni Eropa akibat persoalan praktik ketenagakerjaan dan dugaan pelanggaran prinsip HAM di industri terkait.

Studi kasus ini menantang peserta untuk merumuskan solusi dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kepentingan bisnis, regulasi, kondisi ketenagakerjaan, hingga penghormatan terhadap HAM. Tim Ruben berupaya menyusun rekomendasi yang tidak hanya relevan secara substansi, tetapi juga mempertimbangkan landasan hukum dan regulasi yang berlaku.

Menurut Ruben, penyampaian presentasi yang terstruktur, kemampuan menjawab pertanyaan panelis, serta ketepatan waktu menjadi faktor yang mendukung keberhasilan timnya.

“Penyampaian presentasi kami jelas dan dapat dipahami panelis. Kami juga berhasil menjawab seluruh pertanyaan tanpa melewati batas waktu yang diberikan. Selain itu, substansi dan solusi yang kami tawarkan cukup kuat karena mempertimbangkan regulasi dan aspek hukum,” jelasnya.

Belajar dari Perspektif Pemuda Asia-Pasifik

Di luar pembahasan studi kasus, keikutsertaan dalam #NextGenBHR2026 memberikan kesempatan bagi Ruben untuk berinteraksi dengan pemuda dari berbagai negara, termasuk Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia, Mongolia, dan Kamboja. Pertukaran perspektif tersebut memperkaya pemahamannya mengenai cara memandang persoalan yang sama dari latar belakang sosial, budaya, dan pengalaman yang berbeda.

Ruben juga menyoroti tema “720 Degree” yang diangkat dalam kegiatan tahun ini. Menurutnya, tema tersebut mendorong peserta untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan beragam sudut pandang, termasuk pihak-pihak yang terdampak oleh suatu keputusan.

“Karena kami berasal dari latar belakang yang berbeda, diskusi menjadi sangat kaya. Saat menghadapi suatu isu, kami dapat melihat perspektif yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Banyak pengetahuan baru yang saya peroleh dari keberagaman tersebut,” katanya.

Pengalaman itu turut memperkuat motivasinya untuk terus belajar dan melanjutkan studi. Ia berharap pengetahuan serta wawasan yang diperoleh selama forum dapat dibagikan kepada mahasiswa UPNVJ, terutama mereka yang tertarik pada isu bisnis dan HAM maupun ingin mengikuti program internasional.

Bagi Ruben, kesempatan untuk berkembang tidak harus menunggu hingga seseorang merasa benar-benar siap. Ia mendorong mahasiswa agar berani mencoba, memanfaatkan fasilitas kampus, dan mengambil peluang yang dapat memperluas pengalaman serta jejaring.

“Saya awalnya juga ragu apakah akan lolos. Selama masih menjadi mahasiswa, gunakan setiap kesempatan dan fasilitas yang kita punya. Kalau kita tidak berani membuat langkah baru, kita tidak akan pernah masuk ke bidang dan pengalaman yang baru,” pungkas Ruben.

Prestasi Ruben menjadi contoh bagaimana pengalaman kerelawanan, pembelajaran akademik, dan keberanian mengambil peluang dapat membuka jalan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam diskusi isu global. Penghargaan Most Outstanding Performance yang diraihnya sekaligus memperlihatkan pentingnya kemampuan analitis, komunikasi, dan kolaborasi dalam merespons tantangan bisnis dan HAM di tingkat internasional.