Jakarta, 12 September 2026 — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali menegaskan kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui Wisuda Ke-77 Program Diploma, Sarjana, Profesi, dan Magister yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Dari total 1.943 lulusan yang mengikuti prosesi wisuda, sejumlah lulusan berasal dari berbagai program studi dalam rumpun kedokteran dan kesehatan, mulai dari Program Pendidikan Profesi Dokter, Magister Sains Biomedis, Sarjana Farmasi, Keperawatan, Gizi, hingga Fisioterapi.

Keberagaman latar belakang pendidikan tersebut menunjukkan peran UPNVJ dalam membangun sumber daya manusia kesehatan melalui pendekatan multidisiplin. Lulusan yang dihasilkan tidak hanya dipersiapkan untuk berperan dalam pelayanan pasien, tetapi juga memiliki kompetensi dalam penelitian biomedis, farmasi, keperawatan, pemenuhan kebutuhan gizi, rehabilitasi, hingga pengembangan ilmu dan teknologi kesehatan.

Pada Fakultas Kedokteran (FK), lulusan Wisuda Ke-77 berasal antara lain dari Program Pendidikan Profesi Dokter, Program Sarjana Farmasi, dan Magister Sains Biomedis. Program Pendidikan Profesi Dokter UPNVJ saat ini berstatus terakreditasi Unggul, sementara Program Sarjana Farmasi memperoleh akreditasi Baik Sekali.

Magister Sains Biomedis turut menjadi bagian dari pengembangan pendidikan berbasis penelitian yang diarahkan untuk memperkuat keilmuan dasar kedokteran sekaligus mendorong lahirnya inovasi di bidang kesehatan.

Sebelumnya, FK UPNVJ juga telah melantik dan mengambil sumpah 76 dokter baru dalam Pelantikan dan Angkat Sumpah Dokter Ke-85 pada 10 Juni 2026. Prosesi tersebut menjadi tahap penting dalam perjalanan pendidikan profesi dokter yang tidak hanya menuntut kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga tanggung jawab etik, integritas, empati, serta komitmen terhadap keselamatan pasien.

Sementara itu, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) turut menghasilkan lulusan dari bidang Keperawatan, Gizi, dan Fisioterapi. Ketiga bidang tersebut memiliki peran penting dalam sistem kesehatan, mulai dari upaya promotif dan preventif, pelayanan kuratif dan rehabilitatif, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Penguatan mutu pendidikan juga terus dilakukan melalui peningkatan kualitas program studi. Sejumlah program studi di FIKES telah meraih predikat Unggul, termasuk Gizi dan Fisioterapi, sedangkan Program Sarjana Keperawatan berstatus Baik Sekali.

Keberagaman kompetensi lulusan menjadi semakin penting di tengah kompleksitas persoalan kesehatan. Penanganan penyakit, peningkatan kualitas gizi, pemulihan fungsi tubuh, perawatan pasien, hingga pengembangan inovasi kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu.

Karena itu, lulusan UPNVJ diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesional di bidang masing-masing, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dengan profesi lain dalam ekosistem pelayanan kesehatan.

Pada rumpun kedokteran, pengembangan pendidikan di UPNVJ juga diarahkan melalui pendekatan human-centered medical education ecosystem, yang menghubungkan mahasiswa, dosen, rumah sakit pendidikan, penelitian, teknologi, jejaring, dan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan dampak pendidikan terhadap kesehatan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dari keberhasilan proses pembelajaran.

Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. dalam arah pengembangan pendidikan UPNVJ menekankan bahwa keunggulan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari capaian akademik semata. Lulusan, penelitian, dan inovasi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

Khusus kepada para dokter baru, Prof. Anter Venus sebelumnya mengingatkan agar gelar profesional selalu berjalan bersama integritas dan pengabdian.

“Jadilah dokter yang berdedikasi, berintegritas, dan senantiasa menjaga nama baik almamater UPNVJ,” pesannya.

Melalui Wisuda Ke-77, UPNVJ berharap para lulusan bidang kedokteran dan kesehatan tidak hanya membawa gelar akademik maupun profesi, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu dan kompetensinya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan kompetensi, integritas, kemampuan berkolaborasi, serta karakter bela negara, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkuat kualitas pelayanan sekaligus ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia.