Jakarta, 12 September 2026 — Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dr. Suminto, S.Sos., M.Sc., Ph.D. mendorong lulusan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Memasuki dunia profesional di tengah perubahan teknologi, ekonomi, dan geopolitik yang semakin cepat, lulusan perlu terus mengembangkan diri dengan berpegang pada tiga bekal utama, yakni kompetensi, karakter, dan kemampuan memberikan dampak.
Pesan tersebut disampaikan Suminto dalam rangkaian Wisuda Ke-77 UPNVJ di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
“Selamat, kalian telah menuntaskan tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan kalian,” ujar Suminto dalam sambutannya.
Menurut Suminto, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Para wisudawan justru memasuki fase baru yang menuntut kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kapasitas, dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat.
Pesan tersebut, kata Suminto, sejalan dengan tema Wisuda Ke-77 UPNVJ, “Menjadi Lulusan yang Kompeten, Berkarakter Bela Negara, dan Berdampak bagi Bangsa.” Ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menjadi bekal untuk kepentingan pribadi maupun profesional, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
“Ada tiga hal yang perlu saya refleksikan kepada para wisudawan dan wisudawati. Satu, kompetensi. Dua, karakter. Tiga, dampak,” kata Suminto.
Suminto menjelaskan bahwa generasi muda saat ini berada dalam lingkungan yang berubah dengan cepat dan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), dinamika ekonomi, serta perubahan geopolitik global turut memengaruhi cara manusia bekerja, berpikir, dan mengambil keputusan.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan yang diperoleh selama pendidikan tinggi perlu terus diperbarui. Lulusan dituntut memiliki cara berpikir yang adaptif, terbuka terhadap perkembangan pengetahuan, serta mampu mengambil keputusan secara bijak ketika menghadapi situasi baru.
Namun, kompetensi menurut Suminto tidak berdiri sendiri. Pengetahuan dan kemampuan perlu disertai karakter yang kuat agar keduanya digunakan secara bertanggung jawab.
Karakter menjadi landasan dalam menentukan bagaimana kompetensi digunakan. Bagi lulusan UPNVJ sebagai bagian dari Kampus Bela Negara, penguasaan ilmu perlu berjalan bersama integritas, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan karakter tersebut, perkembangan teknologi tidak hanya dilihat dari seberapa besar kemampuan seseorang menggunakannya, tetapi juga dari bagaimana teknologi dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Kompetensi dan karakter, lanjut Suminto, pada akhirnya perlu menghasilkan dampak. Keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi atau pekerjaan yang diperoleh setelah lulus, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi.
Dampak tersebut dapat diwujudkan melalui pekerjaan, inovasi, pelayanan kepada masyarakat, penelitian, maupun berbagai bentuk pengabdian sesuai bidang masing-masing.
Pesan Suminto tersebut memperkuat arah yang disampaikan Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. kepada 1.944 lulusan dalam Wisuda Ke-77. Di tengah semakin besarnya peran AI, Venus mendorong lulusan untuk tetap berdaulat atas pengetahuan, tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu berpikir kritis, melakukan verifikasi, menciptakan pengetahuan, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Kedua pesan tersebut menempatkan kelulusan bukan sebagai titik akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Setelah memperoleh pendidikan tinggi, para lulusan UPNVJ diharapkan terus belajar, mengembangkan kompetensi, menjaga karakter, dan menerjemahkan ilmu yang dimiliki menjadi karya serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, negara, dan kemanusiaan.
