Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, S.E., M.Si., mengajak generasi muda untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bekerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan Resonansi di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ, Selasa, 14 Juli 2026.
Seminar yang diikuti sekitar 250 peserta dari unsur sivitas akademika dan perwakilan mahasiswa ini mengangkat tema “Pancasila Bukan Dibumikan, tetapi Ditumbuhkan”. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk tidak berhenti pada pemahaman konseptual mengenai Pancasila, melainkan menjadikannya sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam paparannya, Sarmuji menjelaskan bahwa istilah menumbuhkan mencerminkan Pancasila sebagai nilai yang hidup dan harus terus dipelihara. Menurutnya, Pancasila tidak cukup dipahami sebagai slogan atau materi pembelajaran, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan penghormatan terhadap sesama, semangat gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
“Pancasila bukan hanya untuk dipahami atau dihafalkan, tetapi harus ditumbuhkan dalam setiap sikap dan tindakan. Nilai-nilai tersebut akan hidup apabila menjadi bagian dari kebiasaan kita dalam keluarga, lingkungan pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Sarmuji.
Ia menambahkan bahwa proses menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dimulai dari lingkungan keluarga, dilanjutkan di lembaga pendidikan, hingga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh elemen tersebut memiliki peran penting dalam membangun budaya yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Sarmuji juga menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Kampus diharapkan menjadi ruang dialog yang sehat, tempat lahirnya pemimpin masa depan yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurutnya, tantangan tersebut semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, dan meningkatnya potensi polarisasi di ruang publik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki landasan nilai yang kuat agar mampu menggunakan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berkomunikasi, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan perbedaan tanpa mengorbankan persatuan bangsa.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A.Comm., dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, internasionalisasi pendidikan harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Di tengah era internasionalisasi, negara akan tetap kuat apabila kita bersama-sama konsisten menjaga persatuan dan meyakini bahwa NKRI adalah harga mati,” ujar Prof. Anter Venus.
Penyelenggaraan seminar ini menjadi bagian dari komitmen UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat. Melalui kolaborasi dengan MPR RI dan berbagai pemangku kepentingan, UPNVJ terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
