Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Universitas 2025 hari pertama di Aston Simatupang, Jakarta Selatan. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ini berfokus pada penguatan mutu berkelanjutan, transformasi tata kelola, dan penyusunan arah baru untuk tahun 2026 melalui evaluasi komprehensif atas capaian yang telah diraih.

Dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, RTM ini melibatkan wakil rektor, kepala LPMPP, dan seluruh unit kerja, menjamin transparansi dan akuntabilitas sesuai standar nasional.

Dalam sambutannya, Rektor Venus menekankan pentingnya semangat Bela Negara sebagai fondasi utama transformasi universitas. Rektor memaparkan capaian signifikan selama tiga tahun terakhir, termasuk penambahan sepuluh program studi baru, peningkatan akreditasi Unggul menjadi 17 prodi pada 2025, dan akreditasi internasional dari 10 menjadi 14 prodi.

“Prestasi ini mencerminkan pemenuhan 22 indikator utama,” ujar Rektor, yang juga menyampaikan kabar baik mengenai undangan Anugerah Kampus Inovatif pada 15 Desember dan proyeksi peringkat kedua Indikator Kinerja Utama (IKU) Nasional yang akan diumumkan pada 19 Desember. Selain itu, Indeks SINTA mengalami peningkatan, dan aset universitas bertambah melalui lahan baru di Tangerang.

Meskipun capaian yang luar biasa, Rektor menyoroti sejumlah ketidaktercapaian, terutama dalam hal kelengkapan dokumen, penyerapan anggaran, dan inovasi akademik. Rektor secara tegas meminta setiap subsatker untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan menjadi dasar perencanaan strategis tahun 2026. Ke depan, RTM direncanakan akan dilakukan secara triwulanan untuk memastikan pengendalian mutu yang lebih kuat.

Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan bahwa RTM tahun ini menggunakan pendekatan dua arah untuk diskusi yang lebih mendalam, yang akan menjadi dasar bagi Musyawarah Perencanaan dan Penganggaran (Musrenja). Ia menyoroti bahwa siklus Penjaminan Mutu (PPEPP) telah berjalan baik pada tahap penetapan, pelaksanaan, dan evaluasi, namun perlu penguatan pada pengendalian melalui tindak lanjut monitoring. Prioritas akademik ke depan mencakup peninjauan kurikulum untuk mahasiswa disabilitas, penerapan K3 di fakultas, dan perencanaan anggaran yang strategis.

Kepala LPMPP memaparkan roadmap Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang menunjukkan peningkatan nilai berkat kerja keras seluruh unit. Isu eksternal yang menjadi perhatian meliputi perubahan kebijakan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dan BAN-PT, regulasi mutu baru, perubahan iklim, kebutuhan mahasiswa berkebutuhan khusus, serta penyesuaian IKU Kementerian.

Secara internal, UPNVJ harus berfokus pada implementasi Outcome-Based Education (OBE), penyelarasan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adaptasi terhadap kecerdasan buatan, dan penguatan dosen Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Hasil audit OBE 2025 menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran di beberapa program studi.

Di sisi lain, temuan audit dari ISO, LAM, dan asesor akreditasi menyoroti ketidakkonsistenan dokumen, rasio dosen-mahasiswa, penerapan European Credit Transfer and Accumulation System (ECTS), dan perlunya audit internal dalam penerimaan mahasiswa. Menanggapi hal ini, Rektor menginstruksikan setiap prodi untuk membuat video profil berbahasa Inggris yang dimasukkan dalam anggaran 2026, serta meminta fakultas menyusun roadmap jabatan fungsional dosen dan penelitian yang terstruktur.

Satuan Pengawasan Internal (SPI) menyampaikan hasil audit Sistem Pengendalian Mutu Eksternal (SPME) dari berbagai lembaga, yang fokus pada tantangan integrasi sistem informasi. Isu yang disoroti termasuk data kehadiran pegawai yang tidak akurat sebelum implementasi face recognition, belum tersambungnya SIMLIBTABMAS ke SISTER atau PDDIKTI, hingga masalah pengelolaan obat yang tidak terintegrasi. Itjen mendorong agar sistem monitoring tindak lanjut audit dikembangkan untuk memudahkan pemantauan antarunit.

Kegiatan RTM hari pertama diakhiri dengan komitmen kuat dari UPNVJ untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan efisiensi tata kelola, dan merumuskan strategi 2026 yang terukur untuk mencapai target Unggul Global.