Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat kesiapan penyelenggaraan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) melalui bimbingan teknis bagi tim pengelola dan penilai yang diselenggarakan di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun sistem penyelenggaraan RPL yang terencana, terukur, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan pendidikan tinggi.
Bimbingan teknis menghadirkan Ketua Tim Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dewi Wulandari, S.Si., serta Tim Pakar RPL Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Dr. Sandra Aulia, S.E., Ak., M.S.Ak., untuk memberikan penguatan terkait kebijakan, mekanisme, dan implementasi Program RPL.
Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ, Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Program RPL merupakan salah satu inovasi pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan.
Menurutnya, program tersebut membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif tanpa mengurangi standar akademik. Namun, penyelenggaraannya memerlukan kesiapan menyeluruh, mulai dari regulasi, tata kelola, sumber daya manusia, administrasi, hingga instrumen asesmen yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Henry menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan RPL. Selain menyiapkan tim yang kompeten, UPNVJ juga perlu mengembangkan perangkat pendukung seperti pedoman penyelenggaraan, prosedur operasional, instrumen asesmen, mekanisme monitoring dan evaluasi, serta sistem penjaminan mutu internal yang sesuai dengan karakteristik Program RPL.
Melalui bimbingan teknis ini, UPNVJ berupaya menyamakan persepsi antara pimpinan, pengelola program studi, tim RPL, dan calon asesor mengenai kebijakan serta mekanisme pelaksanaan RPL. Peserta juga dibekali kemampuan dalam melakukan penilaian portofolio, memverifikasi bukti capaian pembelajaran, serta menentukan kesetaraan kompetensi sesuai standar akademik.
Henry mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi secara aktif dengan para narasumber agar setiap aspek teknis maupun substantif dalam penyelenggaraan RPL dapat dipahami secara komprehensif. Dengan persiapan yang matang, UPNVJ diharapkan mampu menghadirkan sistem RPL yang kredibel, berkualitas, dan memenuhi ketentuan nasional.
Penyelenggaraan Program RPL menjadi salah satu langkah strategis UPNVJ dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang telah memiliki kompetensi dan pengalaman kerja, tetapi belum memperoleh pengakuan akademik secara formal. Program ini sekaligus mendukung implementasi pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) serta menjadi bagian dari transformasi UPNVJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, bermutu, dan berdaya saing.
