Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bersama Nusantara One melakukan audiensi strategis dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama dalam penguatan sektor energi nasional, khususnya di bidang hilir minyak dan gas bumi.
Audiensi ini diprakarsai oleh Founding Chairman Nusantara One, Dr. Charles Bonar Sirait, SE., MM, bersama Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA., Comm. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Sekretaris BPH Migas, Patuan Alfons S., di kantor pusat BPH Migas, Jakarta.
Langkah ini dinilai sebagai upaya krusial dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, regulator, dan mitra strategis guna menghadapi tantangan transisi energi di Indonesia. Patuan Alfons menyampaikan bahwa BPH Migas sangat terbuka terhadap kontribusi dunia akademik.
“Kolaborasi dengan dunia akademik sangat penting untuk memperkaya kajian dan memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan kebijakan energi, khususnya di sektor hilir migas,” ujar Patuan.
Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi dari semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang mengusung motto “Berdampak”. Beliau menegaskan bahwa kampus harus mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Charles Bonar Sirait menyoroti pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin:
-
Energi bersih dan terjangkau.
-
Pembangunan berkelanjutan.
-
Penguatan kemitraan lintas sektor.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama konkret, seperti:
-
Penelitian Bersama: Mengkaji tata kelola energi dan distribusi BBM.
-
Edukasi Publik: Penyelenggaraan seminar dan program literasi energi bagi masyarakat.
-
BPH Migas Corner: UPNVJ merencanakan pembentukan fasilitas pusat informasi dan edukasi mengenai sektor hilir migas di lingkungan kampus bagi mahasiswa dan sivitas akademika.
Melalui kemitraan ini, diharapkan sinergi antara regulator dan akademisi dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
