Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Hal ini ditegaskan melalui forum penguatan sistem pelaporan yang melibatkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), P3M, dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) FIKES di Kampus Limo, Depok, Jumat (27/2/2026).

Kolaborasi lintas unsur ini bertujuan untuk membangun sistem perlindungan yang lebih responsif, aman, dan berintegritas bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam forum tersebut, Satgas PPKPT menekankan pentingnya integrasi mekanisme pelaporan dari tingkat fakultas hingga universitas. Sistem ini dirancang untuk memastikan:

  • Kecepatan Penanganan: Aduan diproses secara cepat dan tepat.

  • Kerahasiaan: Menjamin privasi pelapor serta prinsip non-diskriminasi.

  • Pendampingan: Adanya alur verifikasi hingga pendampingan bagi korban secara berkeadilan.

Keterlibatan aktif ORMAWA FIKES menjadi poin penting dalam gerakan ini. Mahasiswa didorong untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi rekan sebaya dan membangun kesadaran kolektif. Dengan pendekatan partisipatif, mahasiswa berperan sebagai mitra aktif universitas dalam menjaga iklim akademik yang sehat dan inklusif.

Sementara itu, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) UPNVJ juga memastikan bahwa nilai perlindungan dan etika harus terintegrasi dalam seluruh aktivitas tridarma, baik di dalam kelas maupun saat berinteraksi dengan masyarakat mitra.

Forum ini juga menyoroti pentingnya literasi regulasi agar tidak ada lagi stigma negatif terhadap korban yang melapor. Edukasi berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan keberanian sivitas akademika untuk menyampaikan aduan secara bertanggung jawab.

Melalui sinergi ini, UPNVJ mempertegas posisinya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan berkomitmen penuh dalam menciptakan ruang aman bagi seluruh mahasiswa dan staf.