Jakarta – Prosesi Wisuda ke-75 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) tidak hanya menjadi momen pengukuhan 1.906 lulusan, tetapi juga panggung bagi dua perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pesan inspiratif. Mereka adalah Siti Shakiva Hilya Soerono dari Fakultas Ilmu Komputer dan Fadhil Alfarisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam sambutannya, Siti Shakiva Hilya Soerono menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Ia mengajak rekan-rekan wisudawan untuk menjadikan ilmu sebagai amanah.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang negeri ini butuhkan adalah orang-orang berani—berani jujur, berani berbuat, dan berani memikul tanggung jawab untuk masa depan bangsa,” ujar Shakiva penuh semangat.

Ia juga menyoroti bagaimana pengalaman pandemi telah menempa ketangguhan dan solidaritas generasi muda. “Wisuda ini adalah tanda: kita pernah ditempa, namun kita memilih untuk bertahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Fadhil Alfarisi menyoroti beragam kisah perjuangan mahasiswa, mulai dari bekerja sambil kuliah hingga merantau jauh dari keluarga. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah cahaya yang harus disebarkan ke seluruh pelosok negeri.

“Kalau pendidikan adalah cahaya, maka tugas kita adalah memastikan cahaya itu sampai ke sudut-sudut negeri, agar kebodohan tidak lagi berkuasa,” ungkap Fadhil.

Ia juga mengajak seluruh wisudawan untuk tidak berhenti bermimpi, melainkan mewujudkannya dalam tindakan nyata. “Gelar ini bukan sekadar lembaran kertas. Gelar ini adalah amanah. Hidup kita tidak berada di dalam mimpi—hidup kita ada di tindakan nyata yang kita lakukan,” tegasnya.

Kedua perwakilan wisudawan ini menutup pidato mereka dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap lulusan UPNVJ memikul tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara sesuai dengan semangat Bela Negara.