Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPNVJ berpartisipasi dalam gerakan penanaman 500 bibit pohon mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Forum LPPM Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat Pulau Pari, serta berbagai perguruan tinggi anggota BKS-PTN Barat. Sebanyak 10 mahasiswa UPNVJ turut terlibat langsung bersama warga dalam proses penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Gerakan penanaman mangrove dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem laut dan daratan, serta penguatan kemitraan.
Firlia, dosen UPNVJ sekaligus anggota tim penelitian yang mewakili Ketua LPPM UPNVJ, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara LPPM dan BEM UPNVJ yang kemudian diintegrasikan dengan gerakan nasional Forum LPPM BKS-PTN Barat.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove tidak hanya menjadi agenda peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang secara berkelanjutan. Sebelumnya, LPPM dan BEM UPNVJ telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk menyusun rencana kerja sama dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di Pulau Pari.
Melalui pendanaan LPPM, dosen dan mahasiswa UPNVJ akan melanjutkan program pengabdian tersebut dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah penanaman pohon cemara laut yang direncanakan pada Agustus 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan terpaan angin.
Selain kegiatan konservasi lingkungan, program pengabdian juga akan mencakup pemberdayaan masyarakat serta penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief) yang melibatkan dosen lintas disiplin, termasuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Firlia menyampaikan bahwa Pulau Pari masih membutuhkan berbagai program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat karena wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap abrasi. Oleh karena itu, keberlanjutan program penanaman vegetasi pesisir menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui kegiatan ini, UPNVJ berharap kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Pari melalui program pengabdian yang berkelanjutan.
