Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, secara resmi melantik jajaran pimpinan baru Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) tingkat universitas periode 2026. Prosesi pelantikan khidmat ini berlangsung di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ, pada Rabu (21/01/2026).

Sebanyak 31 pemimpin mahasiswa yang terdiri dari Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta 29 Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi mengemban amanah untuk satu tahun ke depan.

Pelantikan ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mewajibkan perguruan tinggi membina kegiatan kemahasiswaan. Secara internal, langkah ini juga merujuk pada Peraturan Rektor UPNVJ Nomor 10 Tahun 2020 mengenai tata kelola organisasi kemahasiswaan.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, hingga pembina UKM, sebagai bentuk dukungan penuh institusi terhadap kreativitas dan pengembangan diri mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Anter Venus menegaskan bahwa pelantikan ini adalah gerbang awal bagi para pengurus untuk menjalankan tanggung jawab sesuai regulasi universitas. Ia menitipkan pesan agar seluruh program kerja tahun 2026 berfokus pada kolaborasi dan pencapaian prestasi.

“Program kegiatan ormawa dan UKM tahun 2026 harus membawa dampak nyata, bersinergi, serta berkolaborasi dalam meraih prestasi dengan mengedepankan nilai-nilai bela negara,” tegas Prof. Anter Venus.

Sebagai upaya penguatan kapasitas, Rektor juga mewajibkan seluruh pengurus baru untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (PKMM) yang dijadwalkan pada Februari mendatang.

Melalui pelantikan ini, UPNVJ optimistis bahwa organisasi mahasiswa akan menjadi wadah efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang inovatif dan memiliki jiwa patriotisme tinggi.

“Kami optimistis ormawa UPNVJ akan semakin berkontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi universitas sebagai pusat pendidikan bela negara,” tutup Rektor, seraya memastikan pihak rektorat akan selalu mendukung inisiatif mahasiswa yang berdampak luas.