Mengawali kalender kerja tahun 2026, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar acara silaturahmi dan ramah tamah di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika pada Jumat (2/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi sivitas akademika untuk merefleksikan keberhasilan besar di tahun 2025 sekaligus menyelaraskan langkah menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa depan.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan satuan kerja ini bertujuan mempererat kebersamaan dan memastikan setiap lini organisasi memiliki visi yang sama dalam meningkatkan tata kelola universitas.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si., dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya menjadikan masa lalu sebagai fondasi.
“Semoga 2025 kemarin menjadi pijakan kita untuk menjadi yang lebih baik di tahun 2026. Semoga kita selalu kuat menghadapi apapun secara bersama-sama,” ungkapnya di hadapan para pegawai.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., memaparkan sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih kampus selama setahun terakhir. Prestasi tersebut mempertegas posisi UPNVJ di tingkat nasional, antara lain:
-
Keunggulan IKU: Meraih peringkat Juara 2 Indikator Kinerja Utama (IKU) di lingkungan PTN Badan Layanan Umum (BLU), bersaing ketat dengan 32 perguruan tinggi lainnya.
-
Keterbukaan Informasi: Mempertahankan predikat “Informatif” pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
-
Anugerah Humas Dikti: Memboyong 2 Silver Medal sebagai bukti komunikasi publik yang efektif.
-
Pengembangan Akademik: Penambahan program studi berakreditasi Unggul secara signifikan.
-
Inovasi Sosial & Infrastruktur: Peresmian UPNVJ Community Territory (UCT) sebagai pusat CSR dan rencana besar pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di lahan seluas 7,2 hektare di Pasar Kemis.
Meski bertabur prestasi, Rektor mengingatkan bahwa tahun 2026 membawa tantangan baru, termasuk perubahan indikator kinerja nasional dan tuntutan transformasi lingkungan kampus yang berkelanjutan. Sebagai bentuk kepemimpinan yang partisipatif, acara ditutup dengan sesi dialog interaktif. Aspirasi dari dosen dan tenaga kependidikan diserap langsung oleh pimpinan untuk segera ditindaklanjuti.
“Momentum ini adalah ruang refleksi dan perencanaan kolektif. Kita harus siap bertransformasi demi memberikan layanan pendidikan terbaik,” tegas Prof. Anter Venus.
