Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah nasional. Melalui Tim Nutanakarana dari Komunitas Studi Mahasiswa (KSM) Jalasatva Teknik Perkapalan, UPNVJ berhasil menyabet gelar Juara Harapan 2 pada kategori Inovasi Perlengkapan Khusus (IPK) dalam ajang bergengsi Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025.

Kompetisi yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 3–7 Desember 2025 ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Fokus utama ajang tahun ini adalah mendorong rekayasa teknologi perkapalan yang efisien energi dan ramah lingkungan guna mendukung agenda ekonomi biru.

KSM Jalasatva UPNVJ mengirimkan total 17 mahasiswa yang berlaga di enam kategori berbeda. Setelah melalui seleksi ketat, empat tim berhasil menembus babak final dengan hasil sebagai berikut:

  1. Tim Nutanakarana (Kategori IPK): Meraih Juara Harapan 2 (Peringkat 5 dari 7 tim finalis).

  2. Tim Oceanova (Kategori Inovasi Desain dan Konstruksi/IDK): Peringkat 7 dari 13 tim.

  3. Tim Horizon (Kategori Fuel Engine Remote Control/FERC): Peringkat 13 dari 30 tim.

  4. Tim Indrajaya (Kategori Electric Remote Control/ERC): Peringkat 27 dari 48 tim.

Penilaian dalam kompetisi ini mencakup aspek teknis yang mendalam, mulai dari desain inovatif, kualitas konstruksi, hingga performa kapal saat uji coba di air.

Dosen pendamping tim, Fakhri Akbar Ayub, menjelaskan bahwa persiapan sistematis dan pendampingan intensif dari tahap konsep hingga manufaktur menjadi kunci keberhasilan mahasiswa. “Tantangan teknis dan logistik memang kompleks, namun prestasi ini membuktikan kemampuan mahasiswa UPNVJ dalam menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat nasional,” ujarnya.

Inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa ini memiliki relevansi tinggi dengan kebijakan nasional. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia menargetkan pengurangan emisi kapal hingga 20 persen pada tahun 2030. Karya-karya dari Tim Jalasatva, khususnya pada kategori mesin listrik dan efisiensi desain, menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mencapai target tersebut.

Selain capaian teknis, partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat karakter kolaboratif dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tren teknologi perkapalan masa depan yang lebih hijau.