Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dan implementasi nilai Bela Negara dengan memberangkatkan Tim Peduli Bencana ke Provinsi Aceh pada Senin, 8 Desember 2025. Tim ini dikerahkan untuk merespons dampak bencana di wilayah Sumatera, dengan fokus utama memberikan pelayanan kesehatan di Posko Bireuen selama kurang lebih 10 hari ke depan.

Tim Peduli Bencana UPNVJ dipimpin oleh Koordinator Lapangan Ikhsan, dan secara keseluruhan dikoordinasikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. dr. Ria Maria Theresa. Tim ini diperkuat oleh tenaga medis dan keperawatan profesional yang berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPNVJ.

Perjalanan tim menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma dan diperkirakan memakan waktu 4-5 jam. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan pusat komando bencana, badan krisis kesehatan, serta mitra lokal, termasuk Universitas Syiah Kuala, sebelum terjun langsung ke lapangan.

Fokus pelayanan kesehatan akan mencakup masyarakat terdampak, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Selain pelayanan medis, donasi yang terkumpul dialokasikan untuk pengadaan kebutuhan pokok, dengan prioritas utama pada makanan bergizi yang akan didistribusikan ke masyarakat dan posko di Bireuen.

Pengiriman Tim Peduli Bencana ini memperkuat rekam jejak UPNVJ dalam respons bencana, yang sebelumnya telah diimplementasikan dalam penanganan bencana di Lombok, Palu, dan Cianjur antara tahun 2016 hingga 2018.

Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, Rektor UPNVJ, menyatakan bahwa aksi ini merupakan manifestasi nyata dari visi universitas.

“Pengiriman tim ini mencerminkan visi kami dalam membangun solidaritas nasional melalui aksi nyata. Kebijakan kami menekankan kontribusi langsung untuk pemulihan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai Bela Negara di kalangan sivitas akademika,” tegas Rektor Venus.

Dengan pengerahan tenaga medis dan logistik ini, UPNVJ berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemulihan masyarakat Aceh pasca-bencana.