Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mengambil langkah cepat dan sigap dalam merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Bencana tersebut tercatat telah menewaskan 836 orang dan menyebabkan 518 orang hilang, berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

UPNVJ segera melakukan inventarisasi data untuk mengidentifikasi mahasiswa aktif yang berasal dari tiga provinsi terdampak, yang totalnya mencapai sekitar 241 orang. Proses pendataan lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini mereka dan mengidentifikasi kebutuhan spesifik mahasiswa yang orang tuanya ikut terkena musibah.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. dr. Ria Maria Theresa, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata mahasiswa yang berasal dari daerah bencana. “Kami di kemahasiswaan sudah mendata yang berasal dari daerah bencana. Koordinasi lanjutan sangat penting,” ujar Dr. Ria.

Sejumlah mahasiswa melaporkan kendala signifikan akibat bencana tersebut. Ayusafira, mahasiswa Program Studi Farmasi angkatan 2024 yang tinggal di Nias Selatan, Sumatera Utara, melaporkan sulitnya berkomunikasi dengan keluarga dan hambatan dalam pengiriman dana.

“Bencana yang saya alami yaitu terkendala memberi kabar ke orang tua dan pengiriman uang makan saya karena jaringan sempat hilang selama tiga hari,” ungkap Ayusafira.

Di tingkat fakultas, data menunjukkan bahwa di Fakultas Kedokteran (FK) baru satu mahasiswa yang melaporkan dampak, sementara di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) tercatat dua mahasiswa, yaitu Stefhanie dan Aprilia (keduanya angkatan 2024), yang mengalami dampak bencana. Para Wakil Dekan III Fakultas diminta aktif menghubungi mahasiswa terkait melalui berbagai cara, termasuk wawancara langsung, untuk memverifikasi kondisi mereka.

Sebagai bentuk dukungan nyata, UPNVJ telah menyiapkan sejumlah bantuan dasar, antara lain:

  • Pakaian pria dan wanita.

  • Perlengkapan bayi dan wanita.

  • Sabun mandi dan handuk.

Pendistribusian bantuan logistik ini sedang dipersiapkan, sekaligus dukungan psikososial yang akan dikoordinasikan melalui fakultas masing-masing. UPNVJ mengimbau seluruh mahasiswa yang terdampak untuk segera melaporkan kondisi mereka agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat dan optimal.