JakartaDieva Ahmad Habibie, S.H., wisudawan Program Studi Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), membuktikan bahwa passion di bidang olahraga dan prestasi akademik bisa berjalan seimbang. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, Dieva juga berhasil meraih 18 medali di cabang olahraga pencak silat dan dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Karya Mahardika.

Dieva mengakui motivasi terbesarnya datang dari kedua orang tuanya yang juga merupakan atlet karate. “Orang tua saya adalah sumber semangat. Mereka mengajarkan saya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Meskipun harus membagi waktu antara kuliah, latihan, dan kompetisi, Dieva tidak menyerah. Dukungan penuh dari dosen dan surat tugas dari kampus sangat membantunya dalam mengikuti berbagai kejuaraan, bahkan di luar kota. Namun, ia pernah dihadapkan pada dilema besar.

“Saya pernah dilema antara lomba dan praktik pengadilan di LKBH. Akhirnya, saya memilih LKBH karena prioritas saya saat itu adalah akademik,” ungkap Dieva.

Selain aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Veteran Jakarta (PSVJ), Dieva juga mengabdi di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum UPNVJ. Hal ini menunjukkan komitmennya yang kuat tidak hanya pada olahraga, tetapi juga pada bidang akademik dan sosial.

Bagi Dieva, penghargaan Karya Mahardika bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah amanah. “Gelar ini berat karena saya harus memberi contoh baik, baik di kampus, tempat kerja, maupun di klub BPAP tempat saya melatih,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan setiap tantangan sebagai peluang. “Kedisiplinan, kerja keras, dan analisis peluang adalah kunci meraih prestasi. Jangan jadikan tantangan sebagai batasan,” tutupnya.